Breaking News:

Pemkot Bekasi 2021

Dinas Pendidikan Kota Bekasi Evaluasi PTM Terbatas di 750 Sekolah: Semua Berjalan dengan Baik

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi melakukan evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di 750 sekolah, Rabu (15/9/2021)

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah saat melakukan evaluasi dan monitoring PTM terbatas di sekolah-sekolah.  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi melakukan evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 750 sekolah, Rabu (15/9/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah mengatakan, PTM di wilayah setempat sudah berlangsung dua pekan dan berjalan dengan lancar.

“Sudah berjalan dua pekan ini, kami lakukan evaluasi secara berjenjang. Sejauh ini semua berjalan dengan baik,” kata pria yang akrab disapa Inay.

Sebagai rincian, sejak dibuka perdana 1 September 2021, sudah ada 139 SMP dan 611 SD yang telah melangsungkan PTM terbatas di Kota Bekasi.

"Berdasarkan evaluasi, secara umum seluruh sekolah telah menjalankan SOP (standar operasional prosedur) yang ditetapkan," terang Inay.

PTM terbatas hanya diikuti 50 persen kapasitas siswa di tiap kelas, mereka yang hadir ke sekolah sudah mengantongi izin orangtua.

Untuk siswa yang belum diizinkan mengikuti PTM, tetap difasilitasi belajar daring. Metode ini selanjutnya disebut blended learning atau campuran daring dan tatap muka.

Baca juga: Belajar di Sekolah di Kota Bekasi: Orangtua atau Wali Murid Wajib Antar-jemput Siswa

Setiap guru dapat memberikan materi pembelajaran di dalam kelas sambil menyiarkan secara langsung melalui daring untuk diikuti siswa yang belajar di rumah.

Selain itu, materi pembelajaran juga tetap memanfaatkan berbagai media agar mudah diakses siswa.

"Mereka (guru) harus siap mengajar di sekolah sekaligus mengajar di rumah dalam waktu bersamaan, jika ada orangtua yang tidak mengizinkan anaknya datang ke sekolah," kata Inay.

Inay memastikan, proses evaluasi terus akan dilakukan. Bahkan, pihaknya telah membentuk tim monitoring dan evaluasi di tiap wilayah.

"Masing- masing pengawas bertanggung jawab dan melakukan pengawasan diwilayah binaannya serta melakukan koordinasi dengan pihak dinas kesehatan dan wilayah seperti kelurahan dan kecamatan,” paparnya.

Sekolah yang kedatapan melakukan pelanggaran protokol kesehatan, bukan tidak mungkin kegiatan PTM bakal dihentikan sementara oleh Disdik Kota Bekasi.

"Untuk sekolah yang melanggar prokes, kita akan tindak tegas dengan menghentikan PTM sementara. Serta, mengevaluasi guru dan pendampingannya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved