Breaking News:

Polisi Gerebek Rumah Produksi Inex di Jakarta Pusat, Temukan Ribuan Butir yang Siap Dijual

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap kasus pembuatan inex atau obat-obatan terlarang.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto (tengah) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap kasus pembuatan inex atau obat-obatan terlarang.

Mereka telah menggerebek rumah yang memproduksi inex ini di wilayah Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto, mengatakan pihaknya menemukan 3.000-an butir inex yang siap dijual.

"Untuk lokasi home industry ini berada di Johar Baru dengan seminggu, mereka mampu menghasilkan tiga ribu butir," kata Setyo, saat konferensi pers, di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Diduga Overdosis Obat Kuat, Pria Paruh Baya Tiba-tiba Ambruk Usai Berkencan di Kamar Hotel

"Dengan nilai keuntungan sangat fantastis karena modal lima ribu untuk satu butirnya dan dijual dua ratus ribu (Rp200 ribu)," lanjutnya.

Dasar pengungkapan kasus obat terlarang ini, lanjutnya, dari keprihatinan polisi karena kerap menemukan tahanan yang positif narkoba.

"Dari sinilah kami melakukan penyidikan dan dalam kurun waktu satu bulan ini, telah mengungkap penyalahgunaan dan peredaran narkoba di beberapa lokasi," tuturnya.

Baca juga: Hasil Temuan Kejaksaan Negeri Depok Oksigen Medis dan Obat-obatan Mulai Langka di Pasaran

Ada tiga pelaku yang telah diamankan polisi dari kasus tersebut.

Ketiganya laki-laki berusia 20-an tahun.

Akibat perbuatannya, kata Setyo, mereka dapat dijerat Pasal 114 Ayat 2 Sub Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

Baca juga: Sidak Kamar Hunian Warga, Sejumlah Benda Terlarang Ditemukan Petugas Rutan Kelas I Depok

"Hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun," tutup Setyo.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved