Breaking News:

Musim Hujan Sudah Tiba, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Minta Warga Waspadai DBD

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni pun mengatakan DBD bukan penyakit yang bisa dianggap sepele.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni meminta warga waspadai penyakit DBD di musim hujan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kota Tangerang mulai memasuki musim hujan yang diikuti banyaknya penyakit bermunculan seperti demam berdarah dengue (DBD).

Maka dari itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungannya.

Hal tersebut untuk pencegahan terserang DBD pasa musim hujan ini.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni pun mengatakan DBD bukan penyakit yang bisa dianggap sepele.

"Saat ini yang harus diwaspadai dan diperhatikan secara serius, yakni penyakit DBD. Karena secara Kejadian Luar Biasa (KLB)-nya lebih berpotensi tinggi," ujar Dini saat dihubungi, Rabu (15/9/2021).

Ia pun menjelaskan, pencegahan DBD dapat dilakukan menggunakan gerakan 3M Plus

Diantaranya, menguras dan menyikat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.

Baca juga: Dinas Kesehatan DKI Bantah Ada Keluarga Pejabat dan Aparat Dapat Vaksin Booster

“Sedangkan plus-nya yaitu mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk. Mulai dari memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, tidak menggantung pakaian bekas pakai," jelas Dini.

"Menggunakan obat nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi serta gotong-royong membersihkan lingkungan," sambungnya.

Pasalnya, Dinkes telah mengimbau 38 Puskesmas dan seluruh Rumah Sakit di Kota Tangerang.

Imbauan berupa tidak lengah terhadap penyakit DBD selain penanganan Covid-19.

Begitu juga dengan ketersediaan obat-obatan dalam penangan sejumlah penyakit di musim penghujan juga sudah dipastikan ketersediaannya.

"Salah satunya, Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bersama kader-kader wilayah, untuk mengingatkan dan melakukan pemeriksaan langsung kelayakan penampungan-penampungan air masyarakat," pungkas Dini. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved