Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Diklaim Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah, Dinas Pendidikan Banten Bilang Sebaliknya

Dinas Pendidikan Banten mengatakan kalau tidak ada klaster Covid-19 di sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Ilustrasi Suasana hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk kelas 12 di SMAN 1 Tangerang di tengah pandemi Covid-19, Senin (6/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dinas Pendidikan Banten mengatakan kalau tidak ada klaster Covid-19 di sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Terutama untuk jenjang SMA dan SMP di Kota Tangerang.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebelumnya merilis, setidaknya ada 1.136 murid yang terpapar Covid-19 di Provinsi Banten.

"Sampai sekarang belum ada laporan terkait PTM. Jadi tidak ada kasus baru atau klaster baru akibat PTM di Kota Tangerang," jelas Kepala Kantor Cabang Dindik Banten Wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan Suryadi saat dihubungi, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Klaim Tidak Ada Klaster Covid-19 Siswa Selama 3 Pekan PTM di Tangsel, Benyamin Mau Tambah Kapasitas

Dia mengatakan, setiap hari Jumat, pihaknya dan seluruh kepala sekolah SMA di Kota Tangerang menggelar rapat secara virtual.

Rapt itu membahas perkembangan soal penerapan PTM.

PTM di MAN Insan Cendikia, Serpong, Tangsel, Senin (6/9/2021).
PTM di MAN Insan Cendikia, Serpong, Tangsel, Senin (6/9/2021). (Istimewa)

Salah satu yang dibahas adalah soal penularan Covid-19 di sekolah.

Berdasarkan rapat yang rutin digelar itu, kata Suryadi, tidak ada murid yang terpapar Covid-19 di SMA di Kota Tangerang.

"Kita tiap Jumat sore zoom dengan kepala sekolah untuk minta perkembangan yang sifatnya terkait PTM. Enggak ada murid terpapar, Insya Allah," ujar Suryadi.

Kata Suryadi, jika ada klaster Covid-19 yang muncul, pihaknya belum tentu akan membatalkan penerapan PTM di sebuah SMA.

Menurut dia, penutupan sebuah sekolah tergantung dari penelusuran (tracing) Covid-19 yang dilakukan.

Baca juga: Ada 25 Klaster Covid Baru Selama PTM di Jakarta, Dinas Kesehatan Buka Suara

"Itu tergantung bagaimana tracing-nya. Kan di-tracing dulu," ungkap Suryadi.

Senada, Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengklaim tidak ada satu pun sekolah baik tingkat SMA dan SMP atau sederajat yang jadi klaster Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved