Breaking News:

Cerita Kriminal

Misteri Jasad di Semak-semak Depok Terkuak, Aksi Prajurit TNI Lerai Pertikaian Dibalas Tusukan

Misteri jasad pria di kebun kosong kawasan Patoembak, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok terungkap.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
Thinkstock via Kompas
Ilustrasi garis polisi. Misteri jasad pria di kebun kosong kawasan Patoembak, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok terungkap. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Misteri jasad pria di semak-semak kawasan Patoembak, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok terungkap.

Aksi prajurit TNI AD berinisial LO itu melerai pertikaian berujung penusukan hingga tewas pada Kamis (23/9/2021) pagi sekira pukul 05.30 WIB.

Saat itu Prajurit TNI AD ditusuk pria berinisial I saat akan melerai pertikaian dua pria berinisial M dan A.

Kronologi

Kasus penusukan Prajurit TNI AD itu berawal saat M dan A terlibat konflik pada Rabu (22/9/2021) malam.

Hingga akhirnya M memanggil sejumlah rekannya dari daerah Jakarta Selatan, yang mana satu di antaranya adalah pelaku I.

M pun kembali menemui A di kawasan Jalan Patoembak bersama sejumlah rekannya tersebut.

Baca juga: Penusukan Aparat TNI di Depok, Pelaku Minta Maaf Hingga Respons Komandan Korban

Adu mulut terjadi antara keduanya dalam pertemuan tersebut, hingga tiba-tiba pelaku I mengeluarkan sebilah pisau lipat yang ia telah siapkan, dan menghunuskannya ke bagian paha sebelah kanan A.

A pun menjerit kesakitan dan berusaha melarikan diri.

Korban yang melihat insiden tersebut langsung menghampiri dan mencoba melerainya.

Namun nahas, belum sempat melerai, pelaku I malah menyerang korban hingga akhirnya pisau lipat tersebut menancap tepat di bagian dada kiri korban.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, bersama Komandan Menzikon Pusziad, Kolonel Czi Nurdihin, meminta keterangan dari pelaku I di Polres Metro Depok, Jumat (24/9/2021).
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, bersama Komandan Menzikon Pusziad, Kolonel Czi Nurdihin, meminta keterangan dari pelaku I di Polres Metro Depok, Jumat (24/9/2021). (Dwi Putra / Tribun Jakarta)

“Tiba-tiba korban datang untuk melerai. Niatnya baik untuk melerai, tetapi secara spontanitas tersangka langsung menusuk pisau tepat di dada sebelah kiri korban sehingga korban meninggal dunia,” ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, saat memimpin ungkap kasusnya di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Jumat (24/9/2021).

Imran mengatakan, korban sempat lari menyelamatkan diri setelah ditusuk oleh pelaku I.

Sementara pelaku I langsung melarikan diri dari lokasi kejadian bersama sejumlah rekan-rekannya.

“Dari lokasi (penusukan) korban berlari menyelamatkan diri kurang lebih 50 meter,” tutur Imran didampingi Dandim 0508/Depok, Kolonel (Inf) Agus Isrok Mikroj.

Baca juga: Bocah Kelas 2 SD Sering Ngamuk Minta Jajan, Ibu Tiri Kesal Nekat Suruh Teman Nongkrong Habisi Korban

Imran berujar bahwa pelaku I tidak mengetahui bahwa korban merupakan personel TNI Angkatan Darat.

“Kemungkinan tidak tahu. Jadi korban ada dua, satu meninggal dunia, dan satu luka di paha kanan,” ungkapnya.

Pelaku terancam dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman kuruang penjara 15 tahun lamanya.

“Pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP atau Pasal 351 KUHP, ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Pelaku I saat diamankan di Polres Metro Depok, Jumat (24/9/2021).
Pelaku I saat diamankan di Polres Metro Depok, Jumat (24/9/2021). (Dwi Putra / Tribun Jakarta)

Pelaku Minta Maaf

Penusuk Prajurit TNI AD meminta maaf kepada keluarga korban dan pimpinan satuan tempat korban bertugas.

Diwartakan sebelumnya, pelakunya berinisial I, dan penusukan tersebut ia lakukan pada korban yang hendak melerai pertikaian yang terjadi antara dua pria lainnya berinisial M dan A.

“Minta maaf bapak untuk perlakuan saya kepada anggota bapak, terutama buat keluarganya saya minta maaf,” ujar I pada Komandan Menzikon Pusziad, Kolonel Czi Nurdihin, yang hadir dalam ungkap kasusnya di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Habisi Bocah Usia 7 Tahun, Pria di Indramayu Dijanjikan Bakal Ditraktir Miras oleh Ibu Tiri Korban

Menanggapi insiden yang menewaskan seorang personelnya, Kolonel Czi Nurdihin mengatakan pihaknya menyerahkan seluruh proses hukum pada pihak kepolisian.

“Pelaku merupakan WNI (Warga Negara Indonesia) dalam artian sipil, kami percaya pada polres yang akan melakukan proses hukum lanjutan,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah akan ada kenaikan pangkat untuk korban, mengingat ia gugur saat melakukan aksi ‘heroik’ melerai pertikaian, Kolonel Czi Nurdihin menuturkan pihaknya akan mempertimbangkan lebih lanjut.

“Ya nanti kita akan ada suatu pertimbangan lebih lanjut,” bebernya.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, didampingi Dandim 0508/Depok, Kolonel (Inf) Agus Isrok Mikroj, sat memimpin ungkap kasus penusukan personel TNI di Polres Metro Depok, Jumat (24/9/2021).
 
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, didampingi Dandim 0508/Depok, Kolonel (Inf) Agus Isrok Mikroj, sat memimpin ungkap kasus penusukan personel TNI di Polres Metro Depok, Jumat (24/9/2021).   (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Identitas korban terungkap

Identitas mayat pria di kebun kosong di Jalan Patoembak, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, pada Kamis (23/9/2021) berhasil terkuak.

Dari data yang berhasil dihimpun, korban berinisial LO, dan merupakan personel TNI Angkatan Darat.

“Korbannya anggota TNI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (24/9/2021).

Lanjut Yusri, pihaknya juga telah mengamankan satu orang terduga pelaku dari kasus kematian korban.

“Tersangka satu sudah diamankan,” katanya singkat.

“Diamankan kemarin, beberapa jam saja,” timpalnya.

Dianiaya lebih lanjut soal kronologi kematian korban, Yusri mengatakan kasus tersebut akan segera dirilis siang ini.

“Nanti saja ya press conference,” bebernya.

Baca juga: Imbalan Minuman Buat Eksekutor Setujui Perintah Ibu Tiri Habisi Bocah, Terkuak Hubungan Kedua Pelaku

Sebelumnya diberitakan, korban ditemukan dalam posisi telentang di dalam semak-semak berukuran kurang lebih dua meter.

Wajahnya tertutup rumput, dan ditemukan oleh warga sekitar pada pukul 05.30 WIB.

Diduga, korban meninggal akibat dibunuh.

Namun demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kematian korban.

Pengakuan Saksi

Seorang pria berinisial LO, ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah semak-semak di Jalan Patoembak, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, pagi hari ini.

“Saya bangun jam 05.30 WIB pagi, sudah ramai di sini. Saya tanya ada apa, terus pada jawab katanya Om LO meninggal,” ujar salah seorang saksi berinisial F, yang rumah tak jauh dari lokasi penemuan korban, Kamis (23/9/2021).

Lanjut F, sekira dua jam berselang, Polsek Cimanggis dan Polresta Depok tiba di lokasi.

Beberapa saat menggelar olah tempat kejadian perkara, jasad korban pun dievakuasi ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Polisi datang jam 08.00 WIB. Mayatnya langsung dibawa ke RS Polri,” katanya lagi.

Mencuat dugaan bahwa korban meninggal akibat dibunuh. F mengaku tidak melihat ada luka-luka di tubuh jenazah.

Ilustrasi mayat.
Ilustrasi mayat. (TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas)

“Yang saya lihat sih gak ada, tapi gak tahu. Jasadnya telentang, dan wajahnya tertutup rumput-rumput,” bebernya.

Polisi pun telah datang dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian, sementara jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Polisi datang jam 08.00 WIB. Mayatnya langsung dibawa ke RS Polri,” kata salah seorang saksi berinisial F yang kediamannya hanya beberapa meter dari lokasi kejadian, Kamis (23/9/2021).

F mengungkapkan, dirinya mengetahui kabar penemuan korban, ketika melihat keramaian sekira pukul 05.30 dini hari tadi.

“Saya bangun jam 05.30 WIB pagi, sudah ramai disini,” ujarnya.

“Saya tanya ada apa, terus pada jawab katanya om LO meninggal,” timpalnya lagi.

Saat pertama kali ditemukan, korban dalam posisi telentang mengenakan pakaian lengkap dengan kaos berwarna merah, sementara wajahnya tertutup semak-semak.

“Jasadnya telentang, dan wajahnya tertutup rumput-rumput,” bebernya.

Mencuat dugaan bahwa korban meninggal akibat dibunuh. Meski tak menyangkalnya, namun F mengatakan tak melihat luka-luka pada jasad korban.

“Yang saya lihat sih gak ada, tapi gak tahu. Jasadnya telentang, dan wajahnya tertutup rumput-rumput,” bebernya.

Baca juga: Siapa Ali Kalora yang Tewas dalam Kontak Senjata di Palu, Aksi Sadis Habisi Satu Keluarga di Sigi

Diduga, korban berprofesi sebagai aparat. Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi terkait dugaan informasi tersebut.

Dikonfirmasi wartawan, Kapolsek Cimanggis, Kompol Ibrahim Sadjab, mengatakan, dirinya belum bisa memberikan komentar ihwal temuan mayat ini.

“Nanti aja polres. Saya nggak bisa statement,” ujar Ibrahim secara singkat.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.

“Lagi proses (penyelidikan),” katanya lewat pesan singkat pada TribunJakarta.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada informasi pasti terkait identitas korban, dan kronologi penemuannya, meskipun TribunJakarta telah memberikan konfirmasi resmi pada pihak kepolisian. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved