Melihat Babinsa Desa Oseli Di Ujung Selatan NKRI: Hadapi Masalah Air, Alam dan Nasionalisme
Menarik melihat bagaimana tugas seorang Bintara Pembina Desa alias Babinsa TNI AD yang berdinas di desa paling selatan wilayah NKRI.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Menarik melihat bagaimana tugas seorang Bintara Pembina Desa alias Babinsa TNI AD yang berdinas di desa paling selatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Serda H Assegaf sudah enam tahun terakhir mengemban tugas sebagai Babinsa di Desa Oeseli, Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Secara umum, tugas Serda Assegaf sebagai Babinsa sama seperti pada umumnya.
Namun memang apa yang dihadapinya di sini jauh lebih berat mengingat dirinya bertugas di wilayah perbatasan.
Desa Oeseli adalah desa berpenghuni yang berada di ujung selatan wilayah NKRI.
Baca juga: Kisah TNI Penjaga Ujung Selatan NKRI: Tak Hanya Fokus Warga dan Wisata, tapi Juga Pertahanan Negara
Kawasan ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di bagian selatannya.
Dilansir berdasarkan keterangan Serda Assegaf dari Youtube TNI AD, setidaknya ada tiga hal yang harus ditanganinya selama bertugas sebagai Babinsa di Desa Oeseli.
Ketiganya yakni masalah air bersih, edukasi kepada warga untuk mencintai alam dan menjaga nasionalisme mereka kepada NKRI.
"Kesejahteraan masyarakat kami koordinasi dengan Satgas pulau terluar," kata Serda Assegaf dilansir dari Youtube TNI AD, Selasa (28/9/2021).
Untuk masalah air bersih, ujar babinsa, pihaknya memberi bantuan satu unit mesin pompa air beserta pipanya untuk warga di Desa Oeseli.
"Karena di pantai sini (Oeseli) kendalanya air yang sering bermasalah," tutur dia.
Kemudian, babinsa juga rutin mengingatkan kepada warga Desa Oeseli untuk tak menggunakan barang berbahaya dalam mencari ikan demi terjaganya alam di wilayah tersebut.
"Kita kasih tahu ke mereka kalau ada nelayan dari luar yang mau melakukan bom ikan untuk segera hubungi Satgas pos pulau terluar dan polisi supaya kita bisa menindaklanjuti," ujar Serda Assegaf.
Sedangkan untuk urusan nasionalisme, Serda Assegaf menyebut warga Desa Oeseli masih sangat menjunjung tinggi NKRI.
Baca juga: Ketika Putra Kepala Suku Asal Papua Mengajar Anak Suku Dayak di Perbatasan: NKRI Harga Mati
Kendati begitu, lantaran mereka tinggal di perbatasan, maka rasa nasionalisme harus selalu diingatkan dan ditingkatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ote-ndao-nusa-tenggara-timur-n.jpg)