Melihat Babinsa Desa Oseli Di Ujung Selatan NKRI: Hadapi Masalah Air, Alam dan Nasionalisme
Menarik melihat bagaimana tugas seorang Bintara Pembina Desa alias Babinsa TNI AD yang berdinas di desa paling selatan wilayah NKRI.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
"Kalau megenai kesadaran selalu kami ingatkan.
Misalnya pengibaran bendera dan mereka mengikuti," kata babinsa.
Mengenai Desa Oeseli di Ujung Selatan NKRI
Rote Ndao merupakan kabupaten yang berada di ujung paling selatan wilayah NKRI.
Wilayah ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Secara administratif, Kabupaten Rote Ndao baru diresmikan 19 tahun yang lalu.
Kabupaten ini terdiri dari 11 kecamatan yang tersebar di 7 kelurahan dan 112 desa.
Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Inf Educ Permadi mengatakan, berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, ada sebanyak 143 ribu jiwa yang tinggal di Kabupaten Rote Ndao.
"Mata pencaharian kebanyakan dari perikanan serta ada dari sektor pertanian," kata Dandim Rote Ndao dilansir TribunJakarta.com dari Youtube TNI AD, Selasa (28/9/2021).
Baca juga: Ditjen PDP Kemdes PDTT Kunjungan Kerja ke Desa Biting Ponorogo
Dijelaskan Dandim, pulau berpenghuni di batas paling selatan Kabupaten Rote Ndao yakni Desa Oeseli.
Desa Oeseli dikenal memiliki potensi laut dan keindahan alam yang sangat indah.
"Warganya ada yg melaut jadi nelayan, budi daya rumput laut, selain itu potensi pariwisata dengan pantai yang indah.
Telaga Nirwana dan Pulau Dana itu tempat yang bagus untuk destinasi wisata," jelas Dandim.
Karenanya, sebagian warga di Desa Oeseli begitu terdampak dari adanya pandemi Covid-19 yang telah sekitar 1,5 tahun terakhir melanda negeri.
"Karena sebetulnya potensi wilayah ini ada di bidang wisata," kata Dandim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ote-ndao-nusa-tenggara-timur-n.jpg)