Hasil Survei: Elektabilitas Empat Besar Parpol Makin Kompetitif, PSI Kuda Hitam

Peta kekuatan empat besar partai politik semakin merata, di mana Demokrat memantapkan diri dengan menembus elektabilitas dua digit.

ISTIMEWA
Survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research mengenai elektabilitas partai politik. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Peta kekuatan empat besar partai politik semakin merata, di mana Demokrat memantapkan diri dengan menembus elektabilitas dua digit.

Sementara itu pada papan tengah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpeluang menjadi kuda hitam.

Temuan survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan elektabilitas Demokrat mencapai 10,6 persen. Sebelumnya posisi papan atas hanya dikuasai tiga parpol, yaitu PDIP, Gerindra, dan Golkar.

PDIP masih unggul, tetapi elektabilitasnya turun di bawah 20 persen, kini hanya 17,8 persen, disusul Gerindra sebesar 13,9 persen. Golkar masih berada pada peringkat keempat setelah sebelumnya tersalip Demokrat, dengan elektabilitas 8,7 persen.

“Persaingan empat besar partai politik semakin kompetitif, sedangkan pada papan tengah PSI, menjadi kuda hitam,” kata peneliti indEX Research Hendri Kurniawan dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Hasil Survei: 36,9 Responden Tak Puas Proses Pelayanan Vaksinasi yang Tak Teratur

Menurut Hendri, meratanya kekuatan pada posisi empat besar membuka peluang kompetisi dalam membangun poros koalisi untuk mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

PDIP dan Gerindra sebagai dua parpol utama di kubu pemerintah masih menjagokan masing-masing tokohnya, yaitu Prabowo Subianto dan Puan Maharani.

“Ganjar Pranowo masih sulit didukung PDIP yang masih dikuasai oleh trah Soekarno,” kata Hendri.

Poros berikutnya adalah Golkar, yang menjagokan ketua umumnya Airlangga Hartarto.

“Hanya saja elektabilitas Airlangga masih sangat rendah, sehingga Golkar tampak sedang menjajaki koalisi dan mencari figur dengan elektabilitas yang tinggi,” tutur Hendri.

Baca juga: Survei: Elektabilitas Tinggi Parpol Pengusul Interpelasi di Ibukota

Di luar kubu pemerintah, poros oposisi potensial digalang oleh Demokrat.

“Tentu yang bakal diusung Demokrat adalah ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono, juga dengan menggaet figur lain dan koalisi untuk memenuhi presidential threshold,” kata Hendri.

Parpol-parpol papan tengah berpeluang menjadi mitra koalisi dari ketiga poros tersebut. PKB memimpin dengan elektabilitas 5,8 persen, disusul PSI (5,2 persen), dan PKS (5,0 persen).
“PSI memantapkan diri di atas parliamentary threshold (PT) 4 persen,” terang Hendri.

Berikutnya Nasdem (3,8 persen), PPP (2,3 persen), dan PAN (1,3 persen).

“Selain itu ada dua parpol baru, Partai Ummat (1,5 persen) dan Gelora (1,1 persen) yang memiliki basis pendukung dari pecahan PKS dan PAN,” ujar Hendri.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved