2 Hari Susah Tidur, Cerita Penggali Makam Ibu & Anak di Subang saat Autopsi Ulang: Keingetan Terus
Penggali makam ibu dan anak di Subang mengaku dua hari tak bisa tidur setelah melakukan tugasnya tersebut.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Setelahnya, Carman menggali kuburan Amalia.
Terkait tugasnya sebagai penggali makam Tuti dan Amalia, Dede Oman memberi penjelasan.

Tugas sebagai penggali makam korban pembunuhan adalah perintah langsung dari desa yang bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Pasalnya, tak sembarangan orang bisa melakukan tugas tersebut.
"Saya sudah resmi diperdeskan menjadi pengurus makam istuning Desa Jalan Cagak, dusun 1,"
"Saya dulu pas pembunuhan yang menggali dan menguburkan (Tuti dan Amalia). Jadi Saya sudah ada perdesnya dengan ketetapan hukum," ungkap Dede Oman.
"Setelah Saya menguburkan itu, sudah diambil alih sama Mabes, baru ada informasi mau ada penggalian. Diinformasikan oleh Polsek Jalan Cagak bahwa ada penggalian lagi," sambungnya.
Ikut dalam tim penggali kubur korban pembunuhan, Dede Oman mengungkap pengalamannya.
Usai melakukan tugasnya, Dede Oman sampai tak bisa makan selama tiga hari.
Baca juga: Merasa Terancam, Istri Yoris Takut Suami Jadi Target Berikutnya Pembunuh Amel Tuti: Tidur Tak Nyaman
Selain itu, Dede Oman juga mengaku tak bisa tidur selama dua hari.
Hal tersebut lantaran Dede Oman teringat dengan jenazah Tuti dan Amalia.
"Saya pribadi, tiga hari Saya tidak makan, dua hari tidak tidur, keingetan terus,"

"Karena Saya yang di bawah, ngambil (jenazah) dari bawah itu Saya, sudah basah. Bisa dibayangkan, hawa tertutup. Tiga hari itu Saya masih enek saja, kayak masih ada yang nempel," ungkap Dede Oman.
Terlebih diakui Dede Oman, momen menggali kubur dan membantu proses autopsi korban pembunuhan adalah pengalamannya yang pertama.
"Dulu mah Kita kalau lihat autopsi ulang, ah di TV. Sekarang Kita ngalamin,"