Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Angka Pengangguran Melonjak Terdampak Pandemi, Pemkot Jaksel Minta Perusahaan Tidak PHK Karyawan

Sudrajad mencontohkan, perusahaan yang mengalami kesulitan finansial akibat terdampak pandemi Covid-19 dapat mengurangi tunjangan tidak tetap

via Pos Kupang
Ilustrasi pencarian gaji ke-13 untuk PNS, TNI dan Polri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Suku Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Sudin Nakertrans) Jakarta Selatan meminta perusahaan-perusahaan di wilayahnya untuk menyiasati pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Kepala Sudin Nakertrans Jakarta Selatan, Sudrajad, mengatakan, hal itu merupakan bagian dari upaya menekan angka pengangguran.

"Kita sosialisasi perusahaan-perusahaan untuk menyiasati dan menghindari pemutusan hubungan kerja kepada karyawan," kata Sudrajad saat dihubungi, Selasa (12/10/2021).

Sudrajad mencontohkan, perusahaan yang mengalami kesulitan finansial akibat terdampak pandemi Covid-19 dapat mengurangi tunjangan tidak tetap karyawan dengan dasar musyawarah mufakat.

"Misalnya dengan pengurangan jam kerja, pengurangan mungkin untuk tunjangan-tunjangan yang sifatnya tidak tetap itu atas dasar muswarah mufakat kepada pekerja atau karyawan," ujar dia.

Sebelumnya, Sudrajad mengatakan, jumlah pengangguran terbuka di wilayahnya saat ini mencapai 122.390 orang dari total penduduk usia kerja sebanyak 1.777.204.

"Tingkat kenaikan pengangguran meningkat 7,7 persen dari sebelumnya," kata Sudrajad.

Baca juga: Pengangguran di Jaksel Meningkat Selama Pandemi Covid-19, 122.390 Orang Tak Punya Pekerjaan

Sudrajad mengungkapkan, meningkatnya jumlah pengangguran di Jakarta Selatan termasuk dampak dari pandemi Covid-19.

"Itu akibat dari pandemi, soalnya kan kita dari angka pencatatan perselisihan pun meningkat ya. Itu yang terdata di kita, artinya bisa saja yang terjadi pemutusan hubungan kerja, mereka sudah sepakat saling bisa menerima, jadi tidak sampai ke kita," ujar dia.

Di sisi lain, ia mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka pengangguran di Jakarta Selatan.

Salah satunya dengan menggelar pelatihan keterampilan seperti membuat kerajinan tangan dan membuat kue.

Sudrajad berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dan menjadi dasar sebelum menjalankan usaha sendiri.

"Jadi kalau di Jakarta Selatan kita melakukan pelatihan-pelatihan secara daring yang bekerja sama dengan perguruan tinggi. Kita ajak mereka bergabung sebagai Jakprenuer, misalnya apa pelatihannya, ya membuat kerajinan tangan, dan lainnya. Itu rutin kita lakukan setiap bulan," jelas Sudrajad.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved