Cerita Khasiat Sumur Tua Sendang Putri Cempo, Badan Melepuh Sembuh dalam 3 Hari

Air dari Sendang Moro Cahyo atau Sendang Putri Cempo di Sragen dipercaya menyembuhkan berbagai penyakit. Ini kisahnya.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Sendang Putri Cempo yang menjadi sumur tua yang diyakini banyak kasiatnya di Dusun Mojopahit, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Air dari Sendang Moro Cahyo atau Sendang Putri Cempo di Sragen dipercaya menyembuhkan berbagai penyakit. 

Akibat peperangan tersebut, mengakibatkan banyak korban berjatuhan, terbanyak dari rombongan kerajaan Padjajaran.

Sejak saat itu, ada mitos tak akan langgeng pernikah antara Sunda dengan Jawa.

Namun mitos itu terpatahkan oleh keberadaan 2 dusun di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Bagaimana ceritanya?

Ya, di Sambungmacan ada Dusun Mojopahit yang mempresentasikan suku Jawa dan ada Dusun Sambigaluh yang mewakili suku Sunda.

Di mana, letak kedua dusun berdampingan yang tergabung dalam satu desa, yakni Desa Sambungmacan.

Pegiat Sejarah Bumi Sukowati, Tejo Cahyono mengatakan keberadaan dusun tersebut menjadi bukti bahwa Suku Jawa dan Sunda hidup berdampingan.

"Kalau ada larangan tersebut, seharusnya kedua dusun itu tidak ada, karena suatu desa terbentuk terlebih dahulu, jauh sebelum adanya larangan itu," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (11/10/2021).

Di dusun Mojopahit, terdapat situs Sambigaluh dengan ditandai dengan adanya pohon Sambi.

Pohon Sambi diduga merupakan pohon yang dibawa dari Kerajaan Sunda, yang menjadi penanda sebagai titik kumpul saat bergerilya.

Selain itu, juga ada sendang Mojopahit, yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

"Keberadaan kedua situs dalam satu Dusun menandakan dulunya antara Suku Jawa dan Suku Sunda tidak pernah ada konflik, dan hidup rukun berdampingan," aku dia.

Dia menjelaskan, jika menarik cerita sejarah lebih jauh lagi, sekitar abad ke-7 atau ke-8, dulu sudah terbentuk kerajaan Mataram I.

Kerajaan itu ada di Jawa, sementara itu Kerajaan Galuh yang ada ditanah Sunda.

Dulunya, kedua kerajaan tersebut merupakan saudara dan hidup damai.

Tejo menuturkan dengan kedatangan penjajah Belanda datang ke Indonesia, mereka merubah sejarah sehingga mampu menguasai negara jajahannya.

"Itu semangat para penjajah, dia akan menempatkan sejarah supaya sejarah berpihak kepada mereka, kemudian mereka membuat sejarah baru, dengan bagaimana mereka mengerdilkan negara jajahannya," terangnya.

Bukti keberadaan kedua Dusun yang berdampingan tersebut, yang akhirnya mematahkan anggapan perseteruan yang terjadi antara Sunda dan Jawa, yang sudah ada 661 tahun lamanya.

Dia menambahkan, berakhirnya perseteruan ditandai dengan rekonsiliasi sejarah yang dilakukan tiga Gubernur, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY pada tahun 2018.

Akhirnya, jika dulu tidak ada jalan di Sunda yang bernama khas Jawa, kini sudah ada, begipun sebaliknya.

Begitu juga larangan Orang Sunda dilarang menikah dengan Orang Jawa, sebenarnya tidak pernah ada. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kasiat Sendang Tua Putri Cempo di Sambungmacan, Konon Sejak Majapahit, Diyakini Bisa Obati Penyakit,

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved