4 Tahun Gubernur Anies
4 Tahun Pimpin DKI Jakarta, Aksi Anies Baswedan Bangun 3 Kampung Susun Buat Warga yang Digusur Ahok
Gubernur Anies Baswedan selama empat tahun memimpin DKI Jakarta setidaknya membangun tiga kampung susun bagi warga yang digusur era Ahok.
TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur Anies Baswedan selama empat tahun memimpin DKI Jakarta setidaknya membangun tiga kampung susun bagi warga yang digusur era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Tiga Kampung Susun yang dibangun Anies yakni Kampung Susun Kunir, Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung dan Kampung Susun Akuarium.
Tiga kampung susun tersebut diperuntukkan bagi warga yang digusur pada era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Terbaru, Gubernur DKI Jakarta meresmikan Kampung Susun Kunir di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (14/10/2021).
Kampung Susun Kunir
Kampung Susun Kunir dibangun untuk warga Pinangsia yang tergusur di masa kepemimpinan Ahok.
Rencananya, sebanyak 33 kepala keluarga (KK) akan menempati rumah susun ini setelah tempat tinggal mereka digusur saat era Ahok pada 2015 silam.
Baca juga: Anies Hadirkan Rusun Bagi Warga Pinangsia Jakarta Barat, Kampung Susun Kunir Berkonsep Kampung
"Kampung Susun Kunir adalah salah satu wujud komitmen dari kami untuk memastikan warga mendapatkan hunian yang layak ketika mereka rumahnya harus digusur untuk kepentingan publik," kata Anies Baswedan kepada awak media.
Anies sempat kilas balik kejadian penggusuran kepada warga Pinangsia.
Menurutnya, Pemprov DKI perlu memastikan keberlangsungan hidup warganya, termasuk soal hunian yang layak.

Setidaknya, kata dia, ada solusi yang diberikan bagi para warga yang tergusur dan bukan sekedar melakukan eksekusi untuk normalisasi kali.
"Memastikan bahwa kelangsungan hidup terjaga, masa depan anak-anaknya tetap bisa diamankan. Itulah sebabnya proses pembangunan kampung-kampung yang semula warganya tergusur kita lakukan di beberapa waktu ini bahwa Jakarta harus memberikan solusi perumahan bagi mereka," jelasnya.
Baca juga: Anies Pamer Sederet Keunggulan Kampung Susun Produktif Tumbuh untuk Eks Warga Bukit Duri
Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta bukan sekedar mengeksekusi rencana pemerintah.
Tetapi memastikan bahwa warga bisa hidup layak.
"Karena bila kita mengalami hal yang sama, pasti kita ingin pemerintah mengurusi warganya dengan baik. Ketika ada peristwa seperti ini jangan anggap itu seperti peristiwa orang lain. Anggap itu diri kita sendiri, keluarga kita sendiri dan itu yang kemarin diterapkan di sini," tambahnya.
Adapun konsep yang dibuat yakni tetap mempertahankan asli suasana kampung.
Anies pung mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah merancang tempat ini sesuai dengan setting lokasinya.
"Di samping sungai, ada ruang bersama yang cukup luas. Sementara, di lantai dasar ada ruang interaksi di selasar. Itu semua akan menjaga situasi kampung dalam sebuah rumah susun. Doakan saja pembangunannya semoga tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat biaya," tandasnya.
Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membangun Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Kampung Susun itu bakal ditempati oleh warga eks Bukit Duri, Jakarta Timur.
Anies menyinggung peristiwa lima tahun lalu saat memberikan pidato sambutan.
Peristiwa yang tak akan dilupakan warga Bukit Duri yang kehilangan rumahnya karena digusur.
"Persis 5 tahun 1 bulan, kelebihan beberapa hari saja, dari peristiwa akhir September 2016, peristiwa yang tidak akan lepas dari ingatan bapak ibu semua, peristiwa yang tidak akan lepas dari ingatan Kota Jakarta," ucap Anies, Kamis (7/10/2021).
Anies memang tak menyinggung nama Ahok, namun peristiwa yang dimaksudnya tahun itu terkait langkah Pemprov DKI Jakarta menggusur warga di bantaran Kali Ciliwung.
Ia memastikan pencanangan pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung bagi eks warga Bukit Duri baru terealisasi karena proses dan caranya benar.
Mantan Mendikbud itu mengapresiasi kesabaran eks warga Bukit Duri selama ini yang menunggu hunian baru.
Anies pun mengharapkan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung membawa masa depan warga eks Bukit Duri sampai anak cucunya mendapat kehidupan yang lebih baik.
"Insya Allah bapak ibu bisa tinggal di tempat ini dengan tenang sampai generasi berikutnya," ucap Anies.
Ia lalu melanjutkan, "Insya Allah di tanah ini, tempat bapak ibu tinggal, bapak ibu akan memiliki masa depan lebih baik buat anak-anak, dan anak-anak dari anak-anak bapak ibu sekalian."
Berkaca pada penggusuran 2016 silam, Anies memastikan selama memimpin DKI Jakarta ini semua orang yang tinggal di Jakarta dapat kesempatan punya rumah.
"Jangan pernah berpikir menghapus kampung, yang kita harus bereskan adalah kumuhnya. Kampung harus tetap hidup," tegas Anies.
Diketahui, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menggusur permukiman warga Bukit Duri di Bantaran Kali Ciliwung pada 2016 silam, karena Pemprov DKI Jakarta saat itu harus menormalisasi Kali Ciliwung.

Ahok bukannya tanpa solusi menggusur permukiman warga di bantaran Kali Ciliwung.
Ia saat itu menawarkan warga pindah hunian ke Rusun Rawa Bebek.
"Saya sudah bilang, saya tidak ada pilihan. Bagi saya masyarakat Jakarta harus menilai kalian dulu pilih saya jadi wakil gubernur sama Pak Jokowi kenapa? Karena kalian percaya saya bisa mengatasi banjir dan itu kami buktikan," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/9/2016).
Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung ini rencananya terdiri dari 2 blok bangunan, 5 lantai, dan 79 unit hunian.
Dengan tipe unit hunian mezanin seluas 36 meter persegi, masing-masing unit difasilitasi 2 kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, ruang belajar, dapur, dan ruang tumbuh atau ruang UMKM.
Anies memprediksi pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung rampung pada Maret 2022 dan warga bisa tinggal secara permanen di sana.
Sandyawan Sumardi perwakilan warga mengatakan pencanangan kampung yang segera dimulai ini tak lepas dari perjuangan selama ini.
"Punya rumah hunian sendiri adalah awal kisah perjuangan hidup kami dimulai," ucap Sandyawan saat memberikan sambutan.
Selama ini, 75 kepala keluarga (KK) eks warga Bukit Duri korban penggusuran belum mempunyai tempat tinggal tetap, tapi mereka tetap menaruh harapan punya hunian tetap.
Sandyawan dan 75 KK senang karena pada Maret 2022 nanti, Kampung Susun itu sudah rampung.
"Pak Anies Baswedan yang sejak awal ketika kami habis mengalami penggusuran langsung datang mendengar keluh kesah kami," kata Sandyawan.
Sebagian besar eks warga Bukit Duri selama lima tahun ini menumpang di keluarga dan saudaranya, dibanding tinggal di penampungan sementara Pemprov DKI Jakarta.
Kampung Susun Akuarium

Kampung Susun Akuarium telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertepatan dengan momen HUT ke-76 RI.
Anies mendatangi Kampung Susun Akuarium di Penjaringan Jakarta Utara pada Selasa (17/8/2021).
Diketahui, pembangungan Kampung Susun Akuarium melewati proses panjang.
Kawasan tersebut sempat digusur era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 11 April 2016.
Baca juga: Alarm Bikin Panik Seluruh Warga Kampung Susun Akuarium saat Baru Ditempati, Ada Apa Ya?
Namun, pada era kepemimpinan Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta membangun kembali Kampung Akuarium.
Pembangunan itu ditandai dengan peletakan batu pertama pada 17 Agustus 2020.
Penantian 5 tahun warga Kampung Akuarium dibayar tuntas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lewat peresmian Kampung Susun Akuarium, Selasa (17/8/2021) lalu.
Kenangan begadang di bawah tenda, di atas puing, sambil menahan besi penyangga supaya tidak rubuh bisa segera terlupakan.
Warga akan memulai hidup baru menempati hunian Kampung Susun Akuarium, merasakan kembali bagaimana tidur di rumah yang layak.
Setelah sempat digusur saat gubernur terdahulu Basuki Tjahaja Purnama memimpin circa 2016, warga setempat kini bisa tersenyum lebar atas hunian baru yang dibangun Anies.

Di atas lahan 10.575 meter persegi, tahap 1 pembangunan Kampung Susun Akuarium meliputi dua blok hunian vertikal dengan 107 unit rusun ditambah satu unit rusun khusus difabel.
Masing-masing unit bertipe 36, di mana di dalamnya terdapat satu kamar, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.
Dua blok bangunan Kampung Susun Akuarium didominasi warna dasar putih, di mana atapnya berkelir coklat gelap.
Selain hunian utama, ada pula ruang pameran serta tiga unit kios usaha.
Berdasarkan rencana keseluruhan pembangunan, Kampung Susun Akuarium nantinya akan terdiri dari total 5 blok bangunan yang secara lengkap berjumlah 241 unit hunian.
Pembangunan tahap 2 akan dilanjutkan dalam waktu yang belum ditentukan dan diharapkan segera berjalan.
Gubernur Anies menepati janjinya membangun kembali Kampung Akuarium.
Lewat sambutannya Selasa lalu, Anies menyatakan bahwa warga kini sudah merdeka.
"Hari ini kita rayakan di Kampung Akuarium, merdeka untuk keadilan, merdeka untuk kesejahteraan," kata Anies.
Anies menyatakan, kehadiran Kampung Susun Akuarium ini menjadi angin segar warga yang selama 5 tahun ini menanti hunian baru di lokasi bekas gusuran.
Lewat proses panjang dan perlahan, lanjut Anies, akhirnya warga bisa kembali menempati Kampung Akuarium secara layak.
"Warga di sini tabah melewati masa itu dengan ketahanan mental yang luar biasa. Periode 5 tahun mereka menjalani ujian yang amat besar," kata Anies. (TribunJakarta.com)