Anies Resmikan Kampung Susun Kunir Bagi Warga Pinangsia yang Digusur Ahok: Bukan Sekedar Eksekusi
orang nomor satu di DKI itu sempat kilas balik kejadian penggusuran kepada warga Pinangsia.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Kampung Susun Kunir di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (14/10/2021). Kampung Susun itu diperuntukan bagi warga Pinangsia yang tergusur di masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sebanyak 33 kepala keluarga (KK) rencananya akan menempati rumah susun ini setelah tempat tinggal mereka digusur saat era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 2015 silam.
"Kampung Susun Kunir adalah salah satu wujud komitmen dari kami untuk memastikan warga mendapatkan hunian yang layak ketika mereka rumahnya harus digusur untuk kepentingan publik," jelasnya kepada awak media.
Baca juga: Pembangunan Simpang Temu Dukuh Atas Dimulai, Anies: Jakarta akan Sejajar Kota Besar di Dunia
Lebih lanjut, orang nomor satu di DKI itu sempat kilas balik kejadian penggusuran kepada warga Pinangsia.

Menurutnya, Pemprov DKI perlu memastikan keberlangsungan hidup warganya, termasuk soal hunian yang layak.
Setidaknya, kata dia, ada solusi yang diberikan bagi para warga yang tergusur dan bukan sekedar melakukan eksekusi untuk normalisasi kali.
Baca juga: Digusur Ahok Lalu Dibangun Anies Baswedan, Intip Sederet Fasilitas Kampung Susun Akuarium
"Memastikan bahwa kelangsungan hidup terjaga, masa depan anak-anaknya tetap bisa diamankan. Itulah sebabnya proses pembangunan kampung-kampung yang semula warganya tergusur kita lakukan di beberapa waktu ini bahwa Jakarta harus memberikan solusi perumahan bagi mereka," jelasnya.
"Bukan sekedar mengeksekusi rencana pemerintah, tapi memastikan bahwa warga bisa hidup layak. Karena bila kita mengalami hal yang sama, pasti kita ingin pemerintah mengurusi waeganya dengan baik. Ketika ada peristwa seperti ini jangan anggap itu seperti peristiwa orang lain. Anggap itu diri kita sendiri, keluarga kita sendiri dan itu yang kemarin diterapkan di sini," tambahnya.
Baca juga: 4 Tahun Kepimpinan Anies Baswedan, Banjir di Jakarta Belum Beres
Adapun konsep yang dibuat yakni tetap mempertahankan asli suasana kampung.
"Konsep kampungnya dipertahankan dengan rancangan yang sesuai. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada tim yang sudah merancang tempat ini sesuai dengan setting lokasinya. Di samping sungai, ada ruang bersama yang cukup luas. Sementara, di lantai dasar ada ruang interaksi di selasar. Itu semua akan menjaga situasi kampung dalam sebuah rumah susun. Doakan saja pembangunannya semoga tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat biaya," tandasnya.