Breaking News:

Geruduk Kantor Anies di Balai Kota, Massa Buruh Tuntut UMP 2022 Naik 10 Persen

Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta digeruduk massa buruh, Kamis (14/10/2021). Ini permintaan buruh.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Massa buruh yang menggelar aksi demo di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta digeruduk massa buruh.

Mereka menuntut agar Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI tahun 2022 naik 10 persen.

Sebagai informasi, UMP DKI Jakarta untuk tahun 2021 ini berkisar di angka Rp 4.416.186.

"Kami menuntut (kenaikan) upah kurang lebih 10 persen," ucap Encep Supriyadi, koordinator aksi dari Presidium Gerakan Buruh Jakarta (GBK), Kamis (14/10/2021).

Tuntutan ini disampaikan kepada Anies lantaran mereka khawatir tahun depan UMP DKI Jakarta tak mengalami kenaikan.

Baca juga: Cerita Dokter Hewan Penjaga Elang di Hutan: Dedikasi Besar tapi Honornya Kalah Sama Buruh di Jakarta

Terlebih, ketentuan soal upah sektoral tidak diatur lagi dalam Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Sehingga otomatis kita yang tadinya ada kenaikan tahun 2021 itu kita enggak ada kenaikan. Karena upah sektoral 2020 itu Rp4,6 juta, lalu UMP Rp4,4 juta," ujarnya.

Massa buruh yang menggelar aksi demo di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2021).
Massa buruh yang menggelar aksi demo di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2021). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

"Berarti kan tinggian 2020 dong upah sektoralnya dibandingkan UMP 2021, artinya tahun ini kita enggak ada kenaikan," tambahnya menjelaskan.

Bila naik, ia menyebut, kenaikan UMP DKI Jakarta 2022 tak akan terlalu signifikan. Bahkan, jumlahnya tak lebih dari Rp15 ribu.

"UPM DKI tahun 2022 disinyalir hanya ada kenaikan Rp12 ribu sampai Rp15 ribu saja. Berarti, otomatis UMP hanya naik jadi Rp4.428.186," tuturnya.

Baca juga: Cerita Dokter Hewan Penjaga Elang di Hutan: Dedikasi Besar tapi Honornya Kalah Sama Buruh di Jakarta

Perwakilan massa aksi ini pun sempat diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI Jakarta Andri Yansyah.

Selain menuntut agar UMP Tahun 2021 naik 2021, mereka juga meminta Pemprov DKI Jakarta membuat aturan yang mengharuskan para pengusaha membayar upah buruh lebih dari nilai UMP.

"Oke upah sektoral enggak ada, tapi bisa enggak upah di atas upah minimum. Lalu, pak kepala dinas bilang akan menyampaikan rekomendasi itu ke gubernur," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved