Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Setelah Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Menteri Yasonna Simulasikan Botol Pemadam Api di Cipinang

Yasonna mengatakan simulasi penggunaan alat pemadam api ringan dilakukan setelah kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang menewaskan 49 napi

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
Menkumham Yasonna Laoly saat melakukan simulasi penanganan kebakaran menggunakan alat pemadam berbentuk cairan dalam botol di Lapas Narkotika Kelas II A Cipinang, Jakarta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia (Menkumham), Yasonna Laoly menyambangi Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Narkotika Kelas II A Cipinang, Kecamatan Jatinegara pada Jumat (15/10/2021).

Kedatangannya tersebut guna melakukan simulasi penanganan kebakaran menggunakan alat pemadam berbentuk cairan dalam botol yang dirancang secara mutakhir guna memadamkan api.

Yasonna mengatakan simulasi penggunaan alat pemadam api ringan dilakukan setelah kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/10/2021) yang menewaskan 49 narapidana.

"Pasca kebakaran (Lapas Kelas 1) Tangerang kita siapkan diri semuanya dan kita cari semuanya untuk pemadaman kebakaran," kata Yasonna di Lapas Narkotika Kelas II Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Di halaman Lapas Narkotika Kelas II Cipinang, Yasonna menjajal alat pemadam api ringan dalam bentuk cairan botol berwarna merah yang cara penggunanya dilempar ke arah titik api.

Ketika cairan dalam bentuk botol tersebut dilempar, api dalam kotak kayu seketika padam sehingga diharapkan dapat mencegah munculnya korban bila terjadi kebakaran di Rutan dan Lapas.

Tidak hanya Yasonna, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo dan sejumlah pejabat pun turut menjajal penggunaan alat dengan melemparkannya ke titik api.

Baca juga: Korban Kebakaran Lapas Tangerang Ngadu ke Menteri Yasonna, Trauma Berat: Kondisinya Mengkhawatirkan

"Pengadaan sesuai pada anggaran. Kita siapkan (di Lapas dengan narapidana) yang padat-padat. Kita harapkan (alat pemadam ada di) semua Lapas," ujarnya.

Alat ini disebut bertujuan untuk membuka jalur evakuasi saat terjadi kebakaran, kelebihan lainnya tidak menimbulkan asap yang berbahaya bagi tubuh manusia dan membahayakan lingkungan.

Sebagai informasi, pada Rabu (8/10/2021) Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang terbakar sehingga menewaskan 40 narapidana di lokasi, satu dalam perjalanan ke RS, dan delapan saat dirawat di RSUD Tangerang.

Penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya menetapkan enam tersangka dalam kebakaran tersebut, lima orang di antaranya merupakan pegawai Lapas Kelas 1 Tangerang dan satu narapidana.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved