Sisi Lain Metropolitan

Pantang Bicara Kasar Bagi Peziarah Makam Datuk Biru dan Datuk Ali di Jatinegara, Awali dengan Wudu

Dua makam keramat di Masjid Jami Al Anwar, Jatinegara, Jakarta Timur,  banyak didatangi sejumlah peziarah.

Tayang:
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Makam Datuk Umar dan Datuk Ali di Masjid Jami Al Anwar, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Dua makam keramat di Masjid Jami Al Anwar, Jatinegara, Jakarta Timur,  banyak didatangi sejumlah peziarah.

Bagi warga sekitaran Rawa Bunga sudah tak asing dengan dua makam di masjid tersebut.

Makam berusia ratusan tahun ini merupakan makam Datuk Umar dan makam Datuk Ali.

Pencerita sejarah Masjid Jami Al Anwar, Muhammad Rasyid, membuka cerita siapa keduanya.

Ia mengatakan, Datuk Umar kerap dikenal dengan Datuk Biru.

Baca juga: Berdiri Sejak Ratusan Tahun, Masjid Jami Al Anwar Jatinegara Sempat Jadi Tempat Atur Strategi Perang

Datuk Biru merupakan perintis pertama masjid ini berdiri sehingga bertahan sampai sekarang di tengah masyarakat.

Dahulu, masjid ini bukanlah bernama Masjid Jami Al Anwar.

Makam Datuk Ali dan Makam Datuk Umar yang ada di dalam Masjid Jami Al Anwar, Jatinegara, Jakarta Timur.
Makam Datuk Ali dan Makam Datuk Umar yang ada di dalam Masjid Jami Al Anwar, Jatinegara, Jakarta Timur. (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Seiring banyaknya ulama datang untuk syiar agama islam di masjid, namanya berubah menjadi Masjid Jami Al Anwar.

Masjid Jami Al Anwar lebih kurang baru 100 tahun lalu merujuk nama seorang ulama yang biasa disebut Guru Al Anwar.

Al Anwar merupakan pendekar ulama Rawabangke, guru KH Marzuki Bin Nirshod. 

Hingga kini, makam Datuk Ali dan Datuk Umar masih terus didatangi peziarah.

Meski letaknya di dalam areal masjid, namun peziarah yang datang ada dari mancanegara.

Masjid Jami Al Anwar yang ada di Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Pondasi, pintu dan mimbar di masjid ini berusia ratusan tahun dari masa penjajahan Belanda
Masjid Jami Al Anwar yang ada di Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Pondasi, pintu dan mimbar di masjid ini berusia ratusan tahun dari masa penjajahan Belanda (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Suasana tempo dulu yang masih hutan dan sawah, membuat jarak antar rumah penduduk berjauhan.

Hingga akhirnya para ulama di masa itu mencetuskan untuk menghadirkan sebuah masjid sederhana untuk masyarakat beribadah.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved