Kecalakaan LRT di Munjul

Video LRT Tabrakan di Munjul Suaranya Seperti Ledakan, Padahal Baru Akan Beroperasi 2022 Mendatang

Video yang merekam dua LRT bertabrakan viral di media sosial Instagram. Suaranya seperti ledakan.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
TribunJakarta.com/Bima Putra
Tampak gerbong LRT yang mengalami kecelakaan di perlintasan wilayah Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Video yang merekam dua LRT bertabrakan viral di media sosial Instagram.

Video itu direkam salah seorang warga yang kemudian diunggah akun Instagram Lensa Berita Jakarta, @lensa_berita_jakarta.

TONTON JUGA

Tabrakan LRT diduga terjadi di ruas Munjul, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021).

"Tabrakan LRT Cibubur di ruas Munjul Jakarta Timur siang tadi, Senin, 25/10/2021," tulis akun tersebut.

Namun hingga saat ini belum diketahui kronologi mengapa dua LRT tersebut dapat bertabrakan.

"Belum diketahui pasti kronologi kejadian tersebut," tulis akun tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS Tabrakan LRT di Munjul, Warga Dengar Suara Serupa Ledakan

Tampak dalam video itu, salah satu gerbong LRT sampai ke atas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tabrakan LRT itu belum ada penumpang dan masih tahap uji coba.

Suara Seperti Ledakan

Eman Sulaeman (32), warga setempat mengatakan kecelakaan LRT itu sekira pukul 12.30 WIB hingga menimbulkan dentuman kencang serupa ledakan.

"Jadi gerbong yang di depan itu ditabrak sama gerbong di belakangnya. Pas kejadian itu kencang banget bunyinya, seperti ledakan," kata Eman di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021).

Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan dan ada atau tidaknya korban karena awak media hanya bisa mengambil dokumentasi gambar dari pinggir Tol Jagorawi permukiman warga Munjul.

Baca juga: Pekerja Jatuh dari Proyek LRT Setiabudi Setinggi 10 Meter, Polisi: Awalnya Sedang Bersih-bersih

Tidak lama setelah kejadian, sejumlah petugas LRT tampak melakukan penanganan dan memasang terpal guna menutupi gerbong yang mengalami kecelakaan sehingga ringsek berat.

Tampak gerbong LRT yang mengalami kecelakaan di perlintasan wilayah Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021).
Tampak gerbong LRT yang mengalami kecelakaan di perlintasan wilayah Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

"Memang sehari-harinya operasional untuk uji coba. Biasanya lewat pas siang atau malam hari. Kalau rusaknya apa saja saya enggak tahu pasti, karena relnya kan ada di bagian atas, enggak terlihat," ujarnya.

Baru Resmi Beroperasi Tahun Depan

LRT Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2022.

VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Joni Martinus mengatakan, proyek LRT Jabodebek semakin menunjukkan progres yang signifikan.

"Hingga September ini, pembangunan prasarana LRT Jabodebek mencapai 94,36 persen," ujar Joni dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/9/2021).

Rinciannya, Lintas Pelayanan I Cawang-Harjamukti sebesar 98,9 persen, Lintas Pelayanan II Cawang-Dukuh Atas sebesar 90,7 persen dan Lintas Pelayanan III Cawang-Jatimulya sebesar 91,8 persen.

Selanjutnya, progres akses stasiun sebesar 42,71 persen, konstruksi depo sebesar 51,39 persen, sarana dan integrasi masing-masing mencapai kemajuan 64,70 persen dan 35,49 persen.

Saat ini, KAI bersama para pihak tengah mempersiapkan banyak hal terkait pengoperasian LRT tersebut, baik sarana, prasarana, fasilitas pelayanan penumpang maupun perizinan yang diperlukan.

“Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), tentu kehadiran LRT Jabodebek sangat dinantikan untuk mendukung kegiatan bertansportasi masyarakat yang aman, nyaman dan bebas macet," tambah Joni.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2017, KAI ditugaskan untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana LRT Jabodebek.

Misalnya, pengadaan, pengoperasian, perawatan, pengusahaan sarana dan prasarana, pendanaaan, serta sistem penyelenggaraan tiket otomatis (automatic fare collection).
Nantinya, terdapat 18 stasiun LRT Jabodebek yang akan melayani masyarakat.

Berikut daftarnya:

Stasiun Dukuh Atas

Stasiun Setiabudi

Stasiun Rasuna Said

Stasiun Kuningan

Stasiun Pancoran

Stasiun Cikoko

Stasiun Ciliwung

Stasiun Cawang

Stasiun Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Stasiun Kampung Rambutan

Stasiun Ciracas

Stasiun Harjamukti

Stasiun Halim

Stasiun Jatibening Baru

Stasiun Cikunir I

Stasiun Cikunir II

Stasiun Bekasi Barat

Stasiun Jatimulya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved