Satpol PP Kota Tangerang Asyik Ngamar Bareng PSK saat Ada Razia, Berdalih Sedang Lakukan Penyamaran

Seorang anggota Satpol PP Kota Tangerang terciduk sedang bertindak asusila bersama Pekerja Seks Komersil (PSK) saat diadakan razia beberapa hari lalu.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (27/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Seorang anggota Satpol PP Kota Tangerang terciduk sedang bertindak asusila bersama Pekerja Seks Komersil (PSK) saat diadakan razia beberapa hari lalu.

Namun, pejabat Satpol PP Kota Tangerang berdalih hal tersebut merupakan umpan dan sengaja untuk menjebak PSK supaya tidak kabur saat razia.

Dari video yang beredar, anggota Satpol PP tersebut tampak mendalami perannya sampai telanjang bulat dan bersetubuh dengan PSK.

Saat ditanya soal anak buahnya, Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin tidak bisa berkata apa-apa dan membatu.

"Itu nanti saja ya. Itu Satpol PP, kita lihat," singkat Sachrudin saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Modus Pemeriksaan Prokes, Oknum Satpol PP Jakbar Diduga Lakukan Pungli ke Rumah Makan:Beri Saja Uang

Digadang sebagai kota akhlakul karimah, Sachrudin melemparkan tanggung jawab dan meminta pihak Satpol PP Kota Tangerang yang menjawab.

"Nanti kita lihat, kita belum tahu ininya," ucap Sachrudin.

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin  saat melantik para pengurus baru itu di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Rabu (10/2/2021).
Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin (Dokumentasi Pemkot Tangerang)

Diberitakan sebelumnya, dua oknum Satpol PP Kota Tangerang berbuat asusila saat bertugas melakukan penyamaran membongkar prostitusi online di wilayahnya. 

Dua petugas penegak peraturan daerah (Perda) tersebut didapati sudah telanjang tanpa busana sama sekali bersama perempuan yang bukan istrinya.

Ditambah lagi terdapat barang bukti berupa alat kontrasepsi di sebuah kost-kostan Jalan Kenanga, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. 

Baca juga: Suami jadi Korban Begal di Cakung, Rahmawati Tak Kuasa Tahan Kesedihan: Cukup Saya yang Merasakan

Dilansir dari Tribun-Video, Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Agapito De Araujo mengatakan, dalam penggrebekan di sebuah kosan, pihaknya mendapati pasangan yang tidak berpakaian dan alat kontra sepsi yang telah digunakan.

"Ada 4 orang perempuan sudah dimaankan disini. Ada barang bukti alat kontrasepsi banyak, dikamar itu," ungkapnya, Sabtu (23/10/2021) lalu.

Menurut Agapito, empat wanita yang terkena razia itu berusia rata-rata 18 tahun.

Berdasarkan pemeriksaan, empat perempuan open BO ini diketahui berpindah-pindah lokasi dalam beraksi. Mereka mematok tarif sebesar Rp350 ribu untuk sekali kencan.

Baca juga: Jakarta Diprediksi Hujan Lebat Siang hingga Sore Ini Kamis 28 Oktober, BMKG: Waspada Potensi Banjir

"Mereka dari 2019, tapi pindah_pindah. Tadi keterangan ada dari Apartemen Aeropolis, karena Aeropolis sering dilakukan operasi. Makannya mereka lari ke kos-kosan, untuk tarifnya Rp 350 satu kali main," tuturnya.

Menanggapi terkait ada dua oknum Satpol PP diduga yang ikut terkena razia, Agapito menyebut mereka hanya sedang bertugas melakukan penyamaran

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved