Antisipasi Virus Corona di DKI

2 Minggu PPKM Level 2, Pemprov DKI Belum Berencana Buka Tempat Hiburan Malam

emprov DKI Jakarta belum berencana membuka tempat hiburan malam meski sudah dua pekan menerapkan PPKM Level 2

Tribunnews.com
Ilustrasi tempat hiburan malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta belum berencana membuka tempat hiburan malam meski sudah dua pekan menerapkan PPKM Level 2.

Hal ini diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, yang menyebut, pihaknya tak memiliki kewenangan untuk memutuskan hal tersebut.

"Pembahasan (pembukaan tempat hiburan malam) masih dalam arahan pemerintah pusat," ucapnya di Balai Kota, Senin (1/11/2021).

Sebagai informasi, PPKM Level 2 mulai diterapkan di ibu kota sejak 19 Oktober 2021 lalu.

Hari ini pun menjadi hari terakhir PPKM Level 2 diterapkan di DKI Jakarta.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah pusat belum mengumumkan perihal perpanjangan status PPKM Level 2 ini.

Walau demikian, Ariza menyebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca juga: Kabar Gembira! Wagub Ariza Ungkap PPKM Level 2 Berdampak Penurunan Kasus Covid-19 di Jakarta

Pasalnya, keputusan soal perpanjang PPKM berada di tangan pemerintah pusat, termasuk juga terkait pelonggaran kegiatan.

"Evaluasi terus dilakukan pada masa PPKM periode ini," kata Ariza.

Tempat Hiburan Malam Nakal

Dua tempat hiburan malam di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan yaitu Bar Flow dan Planet Club kedapatan melanggar protokol kesehatan (prokes).

Kedua tempat hiburan malam itu dirazia polisi pada Minggu (31/10/2021) dini hari.

Kapolsek Metro Setiabudi, Kompol Beddy Suwendi, mengatakan, pihaknya akan memeriksa dua pengelola Bar Flow dan Planet Club pada Senin (1/11/2021).

"Pagi ini (2 pengelola tempat hiburan) akan kita periksa," kata Beddy saat dikonfirmasi.

Baca juga: Langgar Prokes, 2 Pengelola Tempat Hiburan di Setiabudi Jaksel Diperiksa Polisi

Beddy menjelaskan, dua tempat hiburan malam itu juga melanggar jam operasional karena buka hingga dini hari.

"Jadi melanggar jam operasional. Ini mereka parah banget, kerumunan, kami bubarkan," ujar dia.

Beddy berharap para pengelola tempat hiburan malam itu kooperatif dengan memenuhi panggilan polisi.

"Kami minta pemilik dan penanggung jawab hadir ke Polsek untuk diminta keterangan," kata mantan Kapolsek Pulo Gadung itu.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved