Terungkap! 500 PSK Berada di Kawasan Wisata Puncak, Tersebar Mulai Ciawi Hingga Cisarua

Terungkap, sekira 500 pekerja seks komersial (PSK) berada di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor.

Net
Ilustrasi PSK. Terungkap sekira 500 pekerja seks komersial (PSK) berada di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor. 

Yayasan Lembaga kajian Strategis (Lekas) tetap konsisten bergerak di bidang sosial.

Ketua Lekas Muksin Zainal Abidin mengatakan Yayasan Lekas konsen dalam penanggulangan HIV dan AIDS.

“Kita merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang sosial di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor. Untuk penanggulangan bahaya yang ditimbulkan oleh Seks Komersil tersebut. Diantaranya penyakit HIV AIDS,” ujarnya saat ditemui TribunnewsBogor.com di Kantor Lekas di Ciawi, Kabupaten Bogor, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Terjerat 10 Pinjol Ilegal, Pilu Wanita Difitnah Jadi PSK Hingga Jual Narkoba Lalu Disebar

Muksin menambahkan, Lekas juga selalu mensosialisasikan akan bahaya HIV AIDS.

“Program awalnya untuk mensosialisasikan bahaya yang ditimbulkan oleh HIV AIDS. Karena sering kali penyakit ini sering dianggap hina oleh masyarakat,” tambahnya.

Muksin menambahkan, seiring berjalannya waktu program tersebut sudah mendapat respon yang baik dari Pemerintah Kota Bogor maupun Pemerintah Kabupaten Bogor.

Masih maraknya prostitusi, membuat Yayasan Lembaga Kajian Strategis menemukan beberapa temuan kasus HIV AIDS.

“Dari beberapa temuan semenjak tahun 2012, penyakit HIV AIDS muncul dari pekerja seks komersil. Tidak hanya pekerja seks komersil, temuan-temuan kita dari beberapa kalangan. Mulai dari LSL (Laki suka Laki), kemudian ibu rumah tangga,” tambahnya.

Baca juga: Cerita Agus Alias Renata, Waria Tangerang Alih Profesi jadi PSK: Rp 150 Ribu Juga Diembat

Seringkali para pekerja seks komersil mendapat cemoohan ketika terdeteksi penyakit HIV AIDS.

Namun, terlepas dari siapa yang melakukannnya, Yayasan Lekas mengungkapkan tidak terlalu memfokuskan.

Hal tersebut membuat Yayasan Lekas terus mengaungkan bahaya yang ditimbulkan dari seks komersil tersebut.

“Untuk di masyarakat ketika mendengar yang terdeteksi HIV AIDS, mereka dicap jelek atau nakal. Padahal tidak hanya menimpa mereka. Khususnya Wanita Pekerja Seks. Saat ini bahaya dari HIV AIDS bisa menyerang di populasi banyak. Mereka juga manusia, kita disini akan terus lakukan pendampingan seumur hidup bagi mereka yang terdeteksi terkena HIV AIDS,” tandasnya.(*)

Peristiwa Lain

Baru Sehari Pacaran, Siswi SMA Nyaris Dinonai Kakak Kelas

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Tribun Jogja/Suluh Pamungkas)

Seorang siswi SMA di Kupang, NTT nyaris dinodai kakak kelasnya. Padahal korban dan pelaku baru satu hari pacaran.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved