Breaking News:

Lawan Covid19

Pandemi Covid-19 Melandai, BRI Perkirakan Perekonomian dan UMKM Pulih Pertengahan 2022

andemi Covid-19 yang berdampak serius pada sektor kesehatan dan ekonomi Indonesia kini mulai melandai.

TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Pergelaran Toraja and Beyond Tourism Week 2021, menghadirkan beberapa tenant UMKM yang menawarkan beragam barang khas Toraja. Pergelaran ini terselenggara di Stasiun MRT Bundaran HI, hingga tanggal 3 Oktober 2021. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pandemi Covid-19 yang berdampak serius pada sektor kesehatan dan ekonomi Indonesia kini mulai melandai.

Dari sisi kesehatan, percepatan program vaksinasi menjadi ujung tombak pemerintah dalam menekan laju penularan virus ganas itu.

Di sisi lain, kinerja perekonomian nasional belum pulih sepenuhnya.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, memprediksi, perekonomian baru mulai pulih paling cepat pada semester II 2022.

Dengan syarat, kondisi pandemi di Indonesia semakin terkendali, dan kinerja pelaku UMKM kembali berjaya seperti masa-masa sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

"Perhitungan BRI, recovery itu akan terjadi terutama bagi pelaku UMKM itu pada triwulan I 2023. Karena (situasi pandemi) sudah terakselerasi dengan baik, serta masyarakat semakin disiplin prokes. Tinggal memelihara momentum ini saja, papar Supari dalam diskusi bersama FMB9, Jumat (5/11/2021).

"Tapi, kalau ekosistem bisa dipertahankan, maka recovery UMKM bisa dipercepat. Setidaknya pada semester II-2022 omsetnya (UMKM) itu seperti pre-Covid-19," sambungnya.

Baca juga: Tingkat Pengangguran di DKI Jakarta Menurun, Wagub Ariza: Dukung dan Dorong UMKM di Ibu Kota

Untuk itu, lanjut Supari, Pemerintah diminta untuk tetap memberikan stimulus keuangan dan relaksasi kepada masyarakat yang layak menerima manfaat melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Untuk program PEN sektor UMKM seperti Banpres produktif usaha mikro (BPUM) serta subsidi bunga.

Sedangkan, untuk program-program pemulihan di sektor perlindungan sosial diantaranya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan bantuan relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Oleh karena itu sesungguhnya yang diperlukan nanti (2022), bansos reguler tetap diperlukan. Karena krisis pandemi walaupun sudah selesai tetap diperlukan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved