Hari Pahlawan

Hari Pahlawan, Veteran 96 Tahun Cerita 2 Peperangan yang Tak Terlupakan Demi Kemerdekaan RI

Veteran pejuang Kemerdekaan RI Nur Hasan masih tampak sehat meski usianya menginjak 96 tahun. Ia bercerita kenangan menumpas penjajah.

SURYA/SUGIHARTO
Teatrikal pertempuran 10 November dipentaskan di depan Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (9/11/2019). Veteran Pejuang Kemerdekaan RI Nur Hasan masih tampak sehat meski usianya menginjak 96 tahun. 

"Waktu ia (Soekarno-red) dibuang ke Digoel (wilayah Sungai Digul Hilir, Papua-red), nah itu setiap hari dia periksa anak buah itu tahun 1945. Jadi sudah setiap hari ketemu. Dia pulang, saya dapat kabar Bung Karno dibawa mahasiswa ke Rengas Dengklok," ungkapnya.

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, Simak Sejarah Maskapai yang Lahir di Hari Pahlawan

"Dia mengatakan 'saudara-saudaraku sekalian yang sudah menyerahkan dirinya ke lapangan, hidup atau matinya saya mengharapkan kalau masih hidup saya ada pesan. Tolong punya keturunan anak, istri, atau saudara silakan dijadikan PPM'. Saya bertanya apa PPM bung, PPM ini adalah Penerus Pejuang Militer. Jadi harus bersatu dengan Pancasila. Hidup kita sudah Merdeka, Merdeka, Merdeka sudah tiga kali Merdeka baru silakan bubar semua," katanya menirukan ucapan Soekarno.

Selain itu mengingat momentum Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 20 November setiap tahunnya, ia memiliki pesan bagi para penerus NKRI.

Ia meminta agar para penerus dapat memaknai setiap perjuangan para pahlawan saat merebut Kemerdekaan RI. Ia meminta setiap generasi agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

"Seluruh Bangsa dan Negara Republik Indonesia ini harus berpikir bagaimana membela negara. Kita ini semua sudah ke mana, pada waktu itu 1945 kita sudah merdeka dari tangan Jepang. Kita mengingat masa perjuangan kita dulu, mari kita bersama mempertahankan," pungkasnya.

Sejarah Hari Pahlawan

Logo Hari Pahlawan 2021
Logo Hari Pahlawan 2021 (kemensos.go.id)

Berikut sejarah Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November.

Hari Pahlawan diperingati untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para pahlawan untuk mengusir penjajah dari Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan 10 November juga sebagai pengingat pertempuran Surabaya yang terjadi pada 1945.

Pada saat itu, rakyat Surabaya bersama para pejuang bertempur melawan tentara Inggris.

Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 itu pun ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959.

Keputusan tersebut ditetapkan oleh Presiden Soekarno.

Dilansir bone.go.id, berdasarkan buku Bung Tomo, Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November karya Abdul Waid, pertempuran itu dipicu dengan sejumlah hal.

Peristiwa itu bermula setelah terjadinya kekalahan Jepang, kemudian rakyat dan pejuang Indonesia berupaya keras mendesak para tentara Jepang untuk menyerahkan semua senjatanya kepada Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved