Breaking News:

Cerita Kriminal

Bacok Pemuda di Manggarai hingga Tewas, 10 Anggota Kelompok 'Raya Bogor' Ditangkap

Saat tawuran itu, kelompok Raya Bogor mendengar kabar bahwa pihak lawan dibantu oleh kelompok dari Manggarai.

KOMPAS IMAGES
Ilustrasi tawuran 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi menangkap 10 anggota kelompok pemuda menamakan diri 'Raya Bogor' yang terlibat penyerangan hingga menewaskan pemuda berinsial AK (22) di Jalan Manggis 1, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan.

Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yurikho mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 04.30 WIB.

"Kami tahunya jam 22.00. Dari pihak RSCM kontak kita, 'Pak, ada yang katanya serahan (jenazah) dari wilayah Tebet, tapi meninggal dunia'. Nah, kami mulai penyidikan. Ternyata ada tawuran," kata Alexander di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (23/11/2021).

Alexander mengungkapkan, korban meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian bokong hingga mengalami pendarahan.

Kasus ini bermula ketika sejumlah pemuda dari kelompok Raya Bogor terlibat tawuran di wilayah Jakarta Timur, sepekan sebelum peristiwa yang menewaskan AK.

Baca juga: Polisi Tangkap 19 Pemuda yang Tawuran di 3 Lokasi di Jaksel, 16 Senjata Tajam Diamankan

Saat tawuran itu, kelompok Raya Bogor mendengar kabar bahwa pihak lawan dibantu oleh kelompok dari Manggarai. Dan mereka berencana membalas kelompok pemuda dari Manggarai.

"Sehingga di Jumat malam Sabtu itu mereka mutar-mutar enggak karuan di Manggarai. Lagi ada orang nongkrong-nongkrong, dibabat sama dia. Ya bisa dibilang, korban salah sasaran," ungkap Alexander.

"Jangankan pelaku sama korban, pelaku dengan pelaku lainnya saja enggak kenal kok," tambahnya.

Baca juga: Polisi Tetapkan Wanita di Condet Jadi Tersangka: Terbukti Lakukan Perzinaan, Sempat Digeruduk Warga

Baca juga: Terungkap, Pencurian Besi Proyek Kereta Cepat senilai Rp 1 M di Cipinang Didalangi Bekas Pegawai

Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya menangkap 10 orang pelaku yang rata-rata masih berusia 18-21 tahun.

Para pelaku dijerat Pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

 

ReplyForward

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved