Julukan Menohok Dedi Mulyadi, Dibuat Yudha Sebelum Viral: Ketua DPR Rasa Satpol & Menteri Pasar
Sebelum viral memprotes Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, Yudha sudah lebih dulu menyampaikan kritiknya di Facebook.
Penulis: Elga H Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM - Yudha ternyata sudah mengkritik Dedi Mulyadi sebelum viral di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat.
Mahasiswa itu memberi julukan yang menohok buat sang Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.
Dedi disebut wakil rakyat yang lebih seperti petugas Satpol PP, hingga dijuluki pembantu presiden yang mengurusi bidang pasar tradisional.
Kritik pedas Yudha itu dituliskannya pada status Facebook miliknya.
Pantauan TribunJakarta.com, Facebook Yudha Dawami Abdas terakhir membuat status pada 14 November 2021 atau sebelum dia viral lantaran memprotes Kang Dedi di Pasar Rebo Purwakarta.
Dalam postingan terakhirnya itu, Yudha menuliskan tentang pendapatnya terhadap aksi Kang Dedi yang ditulisnya Wakil Komisi IV DPR-RI Rasa Satpol dan Menteri Pasar.
Dia mengkritisi kinerja Kang Dedi sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang justru terlibat di kegiatan penertiban PKL pasar.
Baca juga: Nasib Yudha Mahasiswa Viral Protes Dedi Mulyadi: Postingan Sudah Dihapus Tetap Jadi Sasaran Netizen
Yuda juga menyinggung soal aksi Kang Dedi yang selalu mengemas kegiatannya ke dalam sebuah konten.
"Semua orang diam tertegun dan tertohok melihat kebaikan yang dipertontonkan dan dikontenkan, seolah penertiban pedagang kaki lima, kios - kios adalah kewenangannya untuk melakukan eksutif order.
Negara sudah jelas membagikan lembaga kekuasaaan agar tertib dan teratur.

Wakil Komisi IV DPR-RI Rasa Satpol, Mentri Pasar dan dinas pelaksana teknis laiinya, kacauu bukan ?," tulis Yudha di Facebooknya.
Sampai Selasa (23/11/2021) postingan Yudha itu telah dikomentari lebih dari 37 ribu kali dan 2 ribu kali dibagikan netizen.
Mayoritas komentar itu menyerang Yudha.
Beberapa Postingan Dihapus
Setelah viral dan jadi sorotan, Yudha melalui akun Facebook Yudha Dawami Abdas sempat meminta maaf.
Dia menyebut bahwa sama sekali tak bermaksud panjat sosial (pansos).
"Saya atas nama pribadi minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Kang Haji Dedi Mulyadi," tulis Yudha dalam akun Facebooknya pada Kamis (18/11/2021).
Baca juga: Sempat Minta Maaf dan Curhat Diteror, Postingan Yudha Mahasiswa yang Protes Dedi Mulyadi Lenyap
Menurut Yudha, dirinya sama sekali tak bermaksud untuk menjatuhkan nama baik Kang Dedi, apalagi sampai berniat pansos atau panjat sosial.
"Tidak ada maksud untuk untuk menjatuhkan Kang Dedi atau numpang tenar sama Kang Dedi," tuturnya.
Dia mengatakan, alasannya menegur Kang Dedi yang saat itu sedang membersihkan Pasar Rebo Purwakarta yakni ingin mempertanyakan perihal relokasi pedagang pasar.

"Hanya ingin mempertanyakan perihal relokasi pedagang pasar di pasar-pasar sebelumnya yang belum jelas gimana mereka ke depannya setelah direlokasi apakah tetap bisa mencari penghasilan?," beber Yudha.
"Menurut saya momennya tepat karena hari itu Kang Dedi juga sedang bebersih pasar," lanjutnya.
Yudha meminta maaf karena maksud yang ingin disampaikannya ke Kang Dedi kurang maksimal dan malah menimbulkan banyak tafsir.
Dia mengakui saat itu cukup panik karena banyaknya orang yang seolah 'menghakimi' dirinya.
"Cuma ya maaf saya belum bisa menyampaikan esensi maksud saya.
Saya cukup panik karena terlanjur banyak mata yang tertuju ke arah saya dan menuding saya," kata dia dalam postingannya.
Baca juga: Seperti Inikah Adab Pendukungmu Kang? Nelangsa Yudha Akui Diteror Usai Viral Protes Dedi Mulyadi
Yudha menjelaskan, dalam perdebatannya dengan Kang Dedi yang kemudian viral di media sosial, dia sempat bersabar untuk mendapatkan kesempatan menjelaskan, namun tak tersampaikan.
"Saya tetap stay berharap ada ruang dimana maksud saya tersampaikan, tapi kesempatan itu ga ada.
Sekali lagi saya mohon maaf untuk semuanya," kata Yudha.
Dia menegaskan apa yang dilakukannya murni merupakan perannya sebagai mahasiswa untuk memberikan kritik kepada pejabat publik.
"Ini proses dialektika saya sebagai mahasiswa, tidak ada kaitannya dengan almamater dan organisasi saya," tuturnya.
Namun kini postingannya perihal itu itu telah lenyap dari Facebook Yudha Dawami Abdas.
Baca juga: Merasa Tak Singgung SARA Saat Protes Dedi Mulyadi, Yudha Bingung Mengapa Banyak yang Menyerangnya
Pantauan TribunJakarta.com di Facebook Yudha Dawami Abdas, pada Senin (22/11/2022) sudah tak ada sama sekali postingan dari pemilik akun itu perihal masalahnya dengan Kang Dedi.
Saat ini postingan terakhir di Facebook Yudha Dawami Abdas dilakukan pada 14 November 2021 atau sebelum dia viral lantaran memprotes Kang Dedi di Pasar Rebo Purwakarta.
Adapun dalam postingan terakhirnya itu, Yudha menuliskan tentang pendapatnya terhadap aksi Kang Dedi yang ditulisnya Wakil Komisi IV DPR-RI Rasa Satpol.
Kendati begitu akun Facebook Yudha Dawami Abdas tetap diserang netizen.
Diangkat Jadi Duta Artinya
Usai viral usai debat dengan Dedi Mulyadi, nama Yudha diangkat oleh netizen menjadi duta 'Artinya'.
Hal itu tak lepas dari ucapan mahasiswa asal Plered, Purwakarta itu saat berdebat dengan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi.
Nama Yudha viral sepekan terakhir atas aksinya memprotes Kang Dedi yang sedang membersihkan sampah di Pasar Rebo Purwakarta, Jawa Barat.

Perdebatan Yudha dengan Kang Dedi itu diposting di akun Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dalam aksi protesnya itu, yang membuat Yudha menjadi sorotan netizen adalah pernyataan yang berulangkali diucapkan oleh Yuda.
Pantauan TribunJakarta.com dari video yang viral, Yudha berulangkali mengatakan kata artinya tiap dia mau menyampaikan argumennya kepada Kang Dedi.
Bahkan, dalam video itu, Yudha terhitung sampai 30 kali mengucapkan kata artinya.
Kang Dedi yang naik pitam dengan retorika Yudha juga sempat meminta mahasiswa itu tak melulu menyebut artinya.
Baca juga: Yudha Kini Diangkat Netizen Jadi Duta Artinya: 30 Kali Ulang Kata Ini Saat Debat Dedi Mulyadi
"Jangan kebanyakan artinya, saya juga pernah kuliah, saya juga pernah demo," kata Kang Dedi saat berdebat dengan Yudha.
Di akhir perdebatannya dengan Yudha, Kang Dedi juga sempat menyindir Yudha dengan mengucapkan kata artinya yang sering diucapkan mahasiswa itu.
"Artinya, tetap artinya," ujar Kang Dedi.