Bangunan SMAN 96 Jakarta Roboh
Taufik Gerindra Minta Kontraktor Pembangunan SMAN 96 Jakarta Masuk Blacklist
Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik mendesak Pemprov DKI agar BUMN Adhi Karya Persero masuk dalam daftar hitam.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik mendesak Pemprov DKI Jakarta agar BUMN PT Adhi Karya Persero masuk dalam daftar hitam.
Hal ini dilontarkannya menyusul ambruknya SMAN 96 Jakarta, di Jalan Jati, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat saat dalam tahap rehabilitasi.
Ia meminta BUMN Adhi Karya persero dan PT Penta Rekayasa yang menjadi kontraktor bertanggung jawab atas kejadian ini.
"Saya akan minta pemprov untuk blacklist," Kata Taufik yang dikutip TribunJakarta.com dari keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).
Ia menilai perusahaan plat merah tersebut tidak profesional dalam mengerjakan proyek pembangunan SMAN 96 Jakarta.
Ia pun mendesak agar adanya evaluasi dan audit pekerjaan yang dilakukan Adhi Karya.
Baca juga: Pembangunan SMAN 96 Tak Sesuai Spesifikasi, Eks Staf Ahok Minta Kontraktor Diganti
"Audit perencanaan dan pelaksanaan konstruksi harus dilakukan. Saya juga minta Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ) DKI dan dinas-dinas agar mengevaluasi kerjaan Adhi Karya. Kalau perlu batalkan. Ini sudah mengancam keselamatan jiwa siswa. Makanya, saya minta dievaluasi dan BPPBJ harus berani berikan hukuman. Blacklist," kata politisi Gerindra ini.

Eks Staf Ahok Minta Kontraktor Diganti
Anggota Komisi E DPRD DKI Ima Mahdiah merekomendasikan kontraktor untuk rehabilitasi SMAN 96 Jakarta diganti.
Eks Staf Ahok itu kembali memberikan kritik pedas setelah ambruknya SMAN 96, di Jalan Jati, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat ambruk.
Ambruknya bangunan saat tahap rehabilitasi membuatnya kian prihatin.
Terlebih, kata Ima, spesifikasi bahan yang digunakan dalam tahap rehabilitasi tidak sesuai dengan proposal yang diajukan Pemprov DKI Jakarta.
Baca juga: Polemik Nama Jalan Ataturk, Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik: Kita Urusan dengan Persahabatannya
Oleh sebab itu, ia meminta perlu adanya evaluasi kembali untuk kontraktor pembangunan.
Ia pun meminta BUMN Adhi Karya persero dan PT Penta Rekayasa yang menjadi kontraktor bertanggung jawab bahkan merekomendasikan untuk diganti.