Hasil Kerja Tak Jelas, Anggaran TGUPP Bentukan Anies Dipangkas DPRD DKI jadi Rp 12,5 Miliar

"Output TGUPP itu apa? Output kerjanya apa? Output TGUPP apa sampai menghabiskan uang rakyat sekian miliar rupiah setiap tahun," tanya Gembong.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Acos Abdul Qodir
Kompas.com/Jessi Carina
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno bersama lima anggota TGUPP bidang pencegahan korupsj bernama Komite Pencegahan Korupsi di Balai Kota, Rabu (3/1/2018). Komite ini diketuai oleh Bambang Widjojanto. KOMPAS.COM/JESSI CARINA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bentukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipangkas DPRD menjadi Rp12,5 miliar.

Padahal, alokasi anggaran yang diusulkan awalnya sebesar Rp19,8 miliar.

Hal ini diputuskan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang digelar Rabu (25/11/2021) sore hingga malam.

Perdebatan sengit sempat terjadi hingga rapat harus diskors beberapa kali.

Baca juga: TGUPP Buatan Gubernur Anies Baswedan Dikritik, PDIP: Rusak Kinerja SKPD

Baca juga: Wagub DKI Ariza Pasang Badan Tanggapi Desakan DPRD Hapus Fungsi Operasional TGUPP

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menjadi pihak yang paling getol meminta anggaran TGUPP ini dihilangkan.

Pasalnya, fungsi TGUPP belum terlihat maksimal dan justru acap kali mengganggu kinerja jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Output TGUPP itu apa? Output kerjanya apa? Output TGUPP apa sampai menghabiskan uang rakyat sekian miliar rupiah setiap tahun," tanya Gembong.

Baca juga: Anggaran Server Rp39 Miliar Dikritik, Wagub Ariza Beri Penjelasan: Sekarang Era Digital

Walau demikian, ada sejumlah anggota dewan yang ingin agar anggaran tersebut tetap dialokasikan.

Mengingat ini merupakan tahun terakhir Gubernur Anies Baswedan yang akan lengser Oktober 2022 mendatang.

Melihat perdebatan yang terjadi semakin sengit, Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono memberi saran jalan tengah.

Anggaran TGUPP tetap ada, tapi alokasinya disunat menjadi Rp15,2 miliar.

Baca juga: Mahalnya Ongkos Pembiayaan Formula E, 1 Hari 25 Juta Dolar

Dengan jumlah anggotanya yang mencapai 68 orang, mereka hanya akan mendapat 10 bulan gaji atau sampai Anies lengser dari jabatannya.

Usulan ini pun kembali sengit diperdebatkan oleh para anggota dewan Kebon Sirih.

Namun tiba-tiba sekira pukul 20.30 WIB, Ketua DPRD DKO sekaligus Ketua Banggar Prasetyo Edi Marsudi mengetuk palunya.

Alokasi anggaran TGUPP yang disahkan pun sebesar Rp12,5 miliar.

"Cukup ya, saya mengambil jalan tengah dari Rp15,2 miliar jadi Rp12,5 miliar," ujarnya sambil mengetuk palu tiga kali.

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved