Breaking News:

Naik KRL, Warga Depok Tak Sadar Tas Miliknya Berisi Laptop & Dompet Berubah Jadi Biskuit

Pencurian di dalam KRL dialami oleh seorang warga Kota Depok berinisial DK (28) yang tinggal di Kecamatan Sukmajaya, pada Rabu (24/11//2021).

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Ilustrasi: Suasana di dalam kereta rel listrik (KRL) keberangkatan stasiun Tanah Abang menuju Depok, Senin (8/6/2020). Pencurian di dalam KRL dialami oleh seorang warga Kota Depok berinisial DK (28) yang tinggal di Kecamatan Sukmajaya, pada Rabu (24/11//2021) dua hari lalu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pencurian di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) dialami oleh seorang warga Kota Depok berinisial DK (28) yang tinggal di Kecamatan Sukmajaya, pada Rabu (24/11//2021) dua hari lalu.

Saat itu, ia tengah dalam perjalanan ke tempat kerjanya, dan menggunakan KRL dari Stasiun Depok Lama.

Musabab seluruh kursi dalam KRL telah terisi penuh, ia pun memutuskan untuk berdiri di depan pintu masuk gerbong.

Sementara tas kerjanya, ia simpan di rak penyimpanan yang ada di bagian atas, dan masih terjangkau oleh pandangannya.

Selama perjalanan, DK berujar dirinya cukup sibuk dengan handphonenya, musabab mengecek soal pekerjaan sambil mendengarkan musik menggunakan earphone.

“Saya menggunakan HP selama perjalanan, karna sambil mengontrol kerjaan dan menggunakan headset sambil dengerin musik,” ujar DK dikonfirmasi wartawan, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Sempat Mondar-mandir, Lansia di Bogor Malah Lompat ke Tengah Rel Saat KRL Melintas

Hingga sampai di Stasiun Pasar Minggu, DK memastikan tasnya masih berada di rak penyimpanan.

Namun ketika kereta berhenti di Stasiun Manggarai, DK baru menyadari bahwa tas yang ia simpan di rak telah ditukar tas lain dengan warna yang sama (merah) seperti miliknya.

“Di Stasiun Manggarai ada tempat duduk kosong, saat mau duduk saya cek tas Saya ternyata sudah ditukar dengan tas lain yang warnanya mirip tapi beda merek,” ungkapnya.

Sejumlah penumpang mengantre untuk menaiki KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) memperketat penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik KRL dan melarang penumpang menggunakan masker jenis scuba atau buff karena dinilai tak efektif mencegah risiko paparan bakteri.
Sejumlah penumpang mengantre untuk menaiki KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) memperketat penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik KRL dan melarang penumpang menggunakan masker jenis scuba atau buff karena dinilai tak efektif mencegah risiko paparan bakteri. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Ia pun segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas keamanan, dan dilanjutkan membuat surat kehilangan di kantor kepolisian terdekat.

Lebih lanjut, DK berujar tas miliknya yang hilang tersebut berisi laptop, dompet, dan beberapa dokumen penting pekerjaannya.

Baca juga: Perjalanan KRL Terganggu Imbas Banjir di Perlintasan Antara Stasiun Pondok Ranji-Kebayoran

Sementara tas yang ditukar oleh pelaku, hanya berisi sebungkus biskuit dan sebotol air mineral.

“Tas yang dicuri itu isinya laptop kantor, charger laptop, dompet beserta isinya, powerbank, dan beberapa dokumen kantor," tuturnya.

“Saya lihat di berita, ternyata kejadian seperti saya ini sudah banyak diberitakan sejak tahun 2018. Setelah saya share medsos, ternyata banyak yang chat saya juga sharing pengalaman yang sama juga sekitar 4-5 orang,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved