Gelar Wisuda Daring, Lulusan Trisakti Diharapkan Mampu Berkarya Demi Bangsa dan Negara 

Universitas Trisakti kembali menggelar wisuda semester genap tahun akademik 2020/2021 secara daring pada Minggu (28/11/2021).

Tayang:
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Universitas Trisakti kembali menggelar wisuda semester genap tahun akademik 2020/2021 secara daring pada Minggu (28/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Universitas Trisakti kembali menggelar wisuda semester genap tahun akademik 2020/2021 secara daring pada Minggu (28/11/2021).

Wisuda dilakukan secara daring guna mencegah potensi penularan Covid-19.

Meski dilaksanakan secara daring, acara wisuda tetap berlangsung secara khidmat.

Dalam wisuda kali ini, Universitas Trisakti meluluskan 2.268 wisudawan dari berbagai program pendidikan.

Rinciannya, program doktor ada 52 lulusan, program magister 358 lulusan, program sarjana 1.299 lulusan, program profesi 276 lulusan, Diploma IV 61 lulusan, dan D III ada 222 lulusan.

Baca juga: Universitas Trisakti Gelar Webinar TKMDII, Bahas Desain Interior untuk Disabilitas

Rektor Universitas Trisakti Kadarsah Suryadi mengingatkan para wisudawan untuk dapat cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Terlebih, kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menyebabkan munculnya berbagai kendala dan keterbatasan.

Universitas Trisakti
Universitas Trisakti (Tribunnews)

"Namun bukan berarti kita harus menyerah, karena sebetulnya banyak peluang yang bisa diciptakan," ucapnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang sudah melanda sejak 2020 lalu menyebabkan banyak perubahan perilaku masyarakat.

Pertama ialah stay at home lifestyle di mana masyarakat kini berupaya menyelesaikan segala urusan dari rumah.

Kemudian, prioritas masyarakat kini mulai bergeser ke arah kesehatan dan pangan.

Baca juga: Bertema Pasar Modal, FH Universitas Trisakti Gelar Legal Opinion Competition Berhadiah Puluhan Juta

"Perilaku ketiga ialah semakin dominannya peran teknologi digital, termasuk untuk meningkatkan kesejahteraan lewat digital," tuturnya.

Terakhir, pandemi Covid-19 turut meningkatkan rasa empati dan sisi religius masyarakat.

Rasa empati semakin tinggi lantaran banyak masyarakat yang kini berupaya menjaga kesehatan tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi keluarga dan sahabat terdekat.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved