Layang-Layang Buatan Indonesia Ternyata Digemari Pasar Dunia, Harganya Bisa Belasan Juta Rupiah
Permainan tradisional Indonesia ini, biasanya dimainkan di tengah lapangan terbuka dan banyak digemari oleh anak-anak.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Siapa di sini yang hobi main layang-layang saat kecil?
Permainan tradisional Indonesia ini, biasanya dimainkan di tengah lapangan terbuka dan banyak digemari oleh anak-anak.
Bicara soal layang-layang, ternyata permainan ini tak hanya terkenal di Indonesia saja. Melainkan, juga banyak dimainkan di beberapa negara lainnya.
Pada festival-festival internasional, sejumlah pelayang dari berbagai negara biasanya juga unjuk kebolehan bermain layang-layang.
Layang-layang dari tiap negara, selalu memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing.
Hal ini diceritakan oleh Kepala Museum Layang-Layang Indonesia, Radityo Puspoyo, yang juga merupakan anak dari pendiri Museum Layang-Layang Indonesia, Endang W. Puspoyo.
"Kalau layang-layang tradisional, di sini banyak (variasi) materialnya aja beda-beda. Ada yang dari plastik, daun, kertas. Kalau negara lain di Eropa, dia cuma pakai kertas atau kain saja. Sedangkan Malaysia layangan tradisional mereka bisa dibilang hanya kertas aja," kata Radit ditemui baru-baru ini.
Baca juga: Melihat Keunikan Layang-Layang Tradisional Asal Sulawesi Tenggara, 100% Terbuat Dari Tumbuhan
Radit bercerita, banyak negara-negara lain yang tertarik dengan layang-layang buatan Indonesia.
Sebab, layang-layang buatan Indonesia memiliki ciri khas dan keunikan yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Salah satunya ialah dibuat dari material bambu. Di luar negeri, kata Radit tidak semua negara memiliki bambu yang bagus untuk dijadikan sebagai material layang-layang di daerahnya.
Menurutnya, kerangka bambu bekas layang-layang Indonesia kerap jadi rebutan usai pergelaran festival layang-layang yang digelar di luar negeri, dimana pesertanya kebanyakan berasal dari negara-negara Eropa, Amerika, dan juga Asia.
"Biasanya supaya kita ringan, (pulangnya) kan kita bongkar. Framenya kita copot, bambunya kita tinggal di sana. Itu orang-orang bisa sampai ngantre di sana buat minta, rebutan. 'Boleh gak buat kita', padahal kita mikirnya itu sampah di Jakarta banyak, mereka sampai makasih-makasih. 'Kita bayar deh' kita bilang gak usah. Sampai segitunya," kata Radit.
Ada berbagai jenis layang-layang yang diminati di pasar internasional.
Selain Indonesia, beberapa negara juga memiliki pilihan layang-layang yang tidak kalah menarik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/koleksi-layang-layang-di-museum-layang-layang-indonesia.jpg)