Breaking News:

Bangunan SMAN 96 Jakarta Roboh

Beda Dengan Polisi, Kasudin Pendidikan Jakarta Barat Mengaku Belum Terima Panggilan Soal SMAN 96

Namun, sampai saat ini, pihak Sudin Pendidikan Jakarta Barat belum menerima panggilan itu. 

Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI
Gedung SMAN 96 Jakarta di Jalan Jati Raya No 40 RT 7/RW 12, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, roboh pada Rabu (17/11/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Polres Jakarta Barat telah menjadwalkan panggilan kepada pihak Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat I untuk dimintai klarifikasi terkait robohnya bangunan SMAN 96 Cengkareng, Jakarta Barat.

Namun, sampai saat ini, pihak Sudin Pendidikan Jakarta Barat belum menerima panggilan itu. 

Hal itu diungkapkan oleh Kasudin Pendidikan Jakarta Barat I, Aroman saat dikonfirmasi pada Rabu (1/12/2021).

"Belum, belum ada informasi sih. Minggu ini katanya. Tapi belum ada tuh (panggilan)," ungkapnya.

Ia juga belum menerima surat pemanggilan dari Polres Jakarta Barat.

Aroman melanjutkan dirinya siap dipanggil bila diminta hadir untuk klarifikasi.

"Iya lah pasti. Insya allah hadir," katanya.

Baca juga: Ungkap Penyebab Robohnya SMAN 96, Polisi Cukupkan Pemeriksaan Saksi Sebanyak 21 Orang

Pernyataan Aroman berbeda dari pihak kepolisian yang mengaku sudah melakukan pemanggilan untuk meminta klarifikasi terkait robohnya bangunan SMA 96.

Kanit Krimsus Polres Jakarta Barat, AKP Fahmi Fiandri mengatakan polisi sudah menjadwalkan bertemu dengan pihak Sudin Pendidikan Jakarta Barat minggu ini.

"Sudah diundang klarifikasi. Minggu ini datang. Undangan sudah dikirim minggu lalu," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (29/11/2021).

Sudin Pendidikan Jakarta Barat I dipanggil lantaran membawahi wilayah Cengkareng, tempat SMAN 96 berada.

Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim laboratorium dan forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

Sampai saat ini, pihaknya sudah memeriksa sebanyak 21 saksi. Di antaranya, pekerja bangunan, kontraktor hingga korban luka akibat tertimpa reruntuhan.

"Sekarang sudah cukup pemeriksaan saksi. Tinggal tunggu Puslabfor saja," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved