Bus Transjakarta Kerap Alami Kecelakaan, BP BUMD DKI: Ada Indikasi Direksi Tak Jalankan Fungsinya

BP BUMD Provinsi DKI Jakarta buka suara soal kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dalam beberapa waktu terakhir.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi pos polisi PGC di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, rusak setelah ditabrak bus Transjakarta, Kamis (2/11/2021) - BP BUMD Provinsi DKI Jakarta buka suara soal kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dalam beberapa waktu terakhir. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Pembinaan (BP) BUMD Provinsi DKI Jakarta buka suara soal kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dalam beberapa waktu terakhir.

Moda transportasi unggulan warga Jakarta ini, belakangan memang menjadi sorotan.

Setelah kecelakaan bus Transjakarta berpelat B 7069 PGA menabrak pos lalu lintas PGC Cililitan di Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (2/12/2021) kemarin, kini, bus Transjakarta kembali mengalami kecelakaan.

Di mana, pada Jumat (3/12/2021) siang menabrak separator di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Terkait hal ini, Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Riyadi mengungkapkan adanya indikasi yang mengarah kepada direksi.

Baca juga: Transjakarta Sering Kecelakaan, Pengamat Minta Pengelola Introspeksi Diri: Harus Awasi Operator

Meski tak merinci secara pasti direksi dalam bagian apa, namun indikasi ini merujuk pada fungsi yang tak dijalankan secara semestinya oleh direksi tersebut.

"Nanti kita cek satu-satu kan termasuk mungkin saja ada direksi yang tidak melakukan fungsinya secara optimal. Ada indikasi. Tapi kan belum kita, ada indikasi memang ada yang tidak dilaksanakan secara optimal gitu dan menjadi tanggung jawab siapa, saya kira akan ada keputusan lagi," katanya saat dihubungi, Jumat (3/12/2021).

Bus TransJakarta ringsek di Jalan Sudirman, depan Ratu Plaza, Jakarta Pusat pada Jumat (3/12/2021).
Bus TransJakarta ringsek di Jalan Sudirman, depan Ratu Plaza, Jakarta Pusat pada Jumat (3/12/2021). (Dok. Polda Metro Jaya)

Oleh sebab itu, pihaknya tengah menggodok evaluasi terkait runtutan kecelakaan ini.

Sebab, runtutan kecelakaan dalam waktu yang berdekatan turut berdampak pada citra Transjakarta.

"iya makanya itu bagian yang kita evaluasi, karena ini tentunya akan menentukan citra Transjakarta. Yang kecelakaan ini ya nanti. Kita akan undang dulu kita undang direksinya penyebabnya apa kita coba identifikasi dulu kan. Kita gak tau namanya kecelakaan kan, kita gak tau apakah ini kecelakaan yang sifatnya teknis atau human error gitu," ungkapnya.

Dilansir dari Kompas.com, tercatat ada lima kecelakaan bus Transjakarta dalam 40 hari terakhir.

Baca juga: PT Transjakarta Diminta Tidak Hanya Salahkan Operator Bus dalam Kasus Kecelakaan

Kecelakaan pertama terjadi pada 25 Oktober 2021 di Halte Cawang-Ciliwung, Jakarta Timur. Ada 30 penumpang yang menjadi korban luka-luka, mulai dari luka ringan hingga patah tulang berat dan harus menjalani operasi.

Peristiwa bus transjakarta menabrak bus transjakarta itu juga memakan dua korban jiwa, satu di antaranya merupakan sopir bus. Hasil pengusutan Polda Metro Jaya, kecelakaan disebabkan penyakit epilepsi atau kejang-kejang yang dialami sopir bus.

Kecepatan bus Transjakarta yang dikendarai sopir berinisial J tak berkurang saat mendekati halte.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved