PT Transjakarta Diminta Tidak Hanya Salahkan Operator Bus dalam Kasus Kecelakaan

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) diminta tidak hanya menyalahkan mitra operator bus dalam setiap kecelakaan yang terjadi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Dok. Polda Metro Jaya
Bus TransJakarta ringsek di Jalan Sudirman, depan Ratu Plaza, Jakarta Pusat pada Jumat (3/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) diminta tidak hanya menyalahkan mitra operator bus dalam setiap kecelakaan yang terjadi.

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan, direksi PT Transjakarta sepatutnya melakukan introspeksi dalam hal sistem manajemen keselamatan (SMK) mereka.

"Jajaran direksi harus introspeksi dalam hal mengawasi operator. Sistem manajemen keselamatan apakah sudah berjalan?" kata Djoko saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (3/12/2021).

Dalam tiga bulan terakhir setidaknya ada dua kasus besar kecelakaan Tranjakarta, pertama pada Senin (25/10/2021) yang melibatkan dua armada di Jalan MT Haryono, Kecamatan Jatinegara.

Dalam kecelakaan yang terjadi depan Halte Transjakarta Cawang Ciliwung tersebut satu orang penumpang dan sopir tewas di lokasi kejadian, sementara puluhan lainnya luka.

Kedua, pada Kamis (2/12/2021) sekira pukul 13.30 WIB unit bus Transjakarta berpelat B 7069 PGA menabrak pos lalu lintas PGC Cililitan di Jalan MT Haryono, Kecamatan Kramat Jati.

Dua kasus kecelakaan tersebut sama-sama melibatkan operator bus, namun Djoko menuturkan PT Transjakarta tetap harus melakukan introspeksi internal.

Baca juga: Kurang Fokus, Pengemudi Bus TransJakarta Tabrak Separator di Depan Ratu Plaza, Jakarta Pusat

"Karena operator ada juga di pihak Tranjakarta, dikelola Transjakarta. Jadi tidak cuman memberikan sanksi ke operator," ujar Djoko.

Sebelumnya, Kasat Lantas Jakarta Timur AKBP Edy Surasa mengatakan kecelakaan bus Transjakarta jurusan Harmoni-PGC menabrak pos lalu lintas PGC Cililitan terjadi saat berputar arah.

Dari hasil pemeriksaan sementara Satlantas Jakarta Timur terhadap sopir Transjakarta, kecelakaan akibat dongkrak yang ditempatkan di bagian bawah kemudi bergeser ke arah pedal gas.

Dampaknya, bus dengan nomor badan SAF 025 yang saat kejadian sedang mengangkut penumpang menabrak pos Satlantas PGC Cililitan dan seorang petugas bus Transjakarta sedang berjaga.

"Jadi ketika berputar arah dongkrak bergeser ke pedal gas, sehingga pedal terinjak. Untuk korban satu, petugas Transjakarta. Dia mengalami luka di bagian tangan," tutur Edy, Kamis (2/12/2021).

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved