Food Story
Cerita Pengunjung Toko Eskrim Ragusa: Tempat Kencan Favorit Puluhan Gebetan
"Tapi, dari banyaknya gebetan yang saya ajak ke sini. Istri saya sekarang malah enggak suka es krim," ujarnya seraya tertawa.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Acos Abdul Qodir
Maklum, cuaca saat itu tak seperti hari-hari kemarin yang diselimuti awan kelabu.
Baca juga: Bukan Cuma Kebab, Bule Ini Juga Bikin Pizza Khas Turki di Sawah Besar: Atraksi di Dapur Terbuka
Membasuh dahaga dengan semangkuk es krim di tengah terik matahari rasanya pas sekali. Bikin Seger!
Agak menjorok ke dalam kedai, tangan-tangan karyawan kedai mulai menyendok es krim dan menyajikannya kepada pengunjung.

Terlihat karyawan memotong buah pisang menjadi dua bagian ke dalam mangkuk. Ia lalu menyendok tiga es krim dengan rasa coklat, stroberi dan vanila di atasnya.
Terakhir, menu banana split itu disiram dengan coklat cair, taburan kacang tanah dan manisan warna warni sebelum dihidangkan kepada pengunjung.
Selain menu banana split, kedai tersebut memiliki banyak menu es krim dengan varian rasa di antaranya durian medan, mint raisin, nougat dan chocolate sundae.
Menu Favorit di kedai itu ialah Tutti frutti, spageti es krim dan Cassata Siciliana.
Sejarah Ragusa
Ragusa tak hanya bicara soal rasa es krim, tetapi juga menawarkan suasana jadul alias jaman dulu yang tak lekang dimakan usia.
Begitu memasuki area dalam kedai, aneka foto-foto Ragusa di masa dulu langsung menyapa.
Lewat foto itu, kita bisa mengetahui toko es krim Ragusa di Pasar Gambir sekitar tahun 1930-an yang kini sudah tak ada di sekitaran Monas. Kita juga bisa mengetahui foto pendiri es krim tersebut di bagian kiri dinding.
Baca juga: Berkunjung ke Museum Layang-layang Indonesia, Pengunjung Bisa Buat hingga Tahu Sejarah Layang-Layang
Meja kayu bundar ditemani kursi-kursi rotan menambah kesan kuno di kedai es krim itu.
Kami pun sempat berbincang dengan penerus usaha Es Krim Ragusa, Sias Mawarni (79).
Ia bercerita kedai es krim ini awalnya didirikan oleh dua orang asal Italia yang datang ke Hindia Belanda sekitar tahun 1930-an.