Tahun 2022 Tarif Listrik dan Harga Rokok Bakal Naik, Jadi Berapa?
Siap-siap! Tarif listrik dan harga rokok tahun 2022 bakal naik, jadi berapa ya?
Ariza pun berharap, tidak ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memainkan harga minyak goreng di pasaran untuk meraup keuntungan pribadi.
Baca juga: Harga Minyak Goreng Meroket, Tukang Gorengan di Koja: Naiknya Nggak Segan-Segan!
Sebab, minyak goreng merupakan salah satu komoditas penting yang sangat dibutuhkan masyarakat.
"Mudah-mudahan kami berharap tidak ada faktor-faktor kesengajaan atau faktor sekelompok orang mencari keuntungan," ujarnya di Balai Kota.
Baca juga: Harga Minyak Goreng Meroket, Pedagang Pasar Koja Baru Ditinggal Pelanggan: Banyak Nggak Jadi Beli
"Karena minyak goreng dibutuhkan masyarakat banyak, kebutuhan sehari-hari," sambungnya.
Untuk itu, Ariza menilai, pemerintah juga mempunyai kewajiban untuk segera menstabilkan harga minyak goreng.
"Tugas kami bersama untuk memastikan kestabilan (harga) bahan pokok, termasuk minyak goreng," kata Ariza.
Dikutip dari Kompas.com, memasuki pekan kedua November 2021, harga minyak goreng masih terpantau mahal.
Mengutip dari situs resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Selasa (8/11/2021), secara nasional minyak goreng kemasan bermerk 1 tembus Rp 18. 250 per kilogram.
Angka ini naik sebesar 1,11 persen atau Rp 200.
Di kota Tembilahan, Riau, minyak goreng jenis ini tembus Rp 19.000 per kilogram. Bahkan di Palembang, Tanggerang, dan Madiun juga naik drastis menjadi Rp 19.250 per kilogram.
Kemudian untuk komoditas minyak goreng bermerk 2 dibanderol Rp 17.750 per kilogram. Angka ini telah naik sebesar 0,85 persen atau Rp 150 per kilogram.
Di Gunung Sitoli Sumatera Utara harga minyak goreng ini tembus Rp 19.500, bahkan di Provinsi Lubuk Linggau tembus Rp 21.000 per kilogram.
Sementara untuk harga minyak goreng curah dibanderol Rp 17.150 per kilogram. Angka ini naik sebesar 0,88 persen atau Rp 150 per kilogramnya.
Di Surabaya minyak goreng curah tembus Rp 19.400. Kemudian di Kota Malang tembus Rp 19.500 per kilogram.
Minyak goreng curah paling mahal di DKI Jakarta yang tembus sampai Rp 19.850 per kilogramnya.
Di pasar Jembatan Merah, pasar Grogol, pasar Minggu, dan pasar Cipete tembus Rp 20.000 per kilogramnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-token-listrik-pln.jpg)