Keluarga Eks Dirut Transjakarta Bakal Tempuh Jalur Hukum, Adi Kurnia: Sah-sah Saja

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi buka suara soal keluarga eks Dirut Transjakarta yang akan menempuh jalur hukum.

Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi dan istri, artis Eka May Linda atau dikenal Melinda Cinta Satu Malam saat ditemui di kawasan Condet, Jakarta Timur, Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi buka suara soal keluarga eks Dirut Transjakarta, almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo yang akan menempuh jalur hukum.

Setelah menggelar konfrensi pers terkait klarifikasi, keluarga almarhum Sardjono menuntut politikus Gerindra itu meminta maaf atas viralnya video dan pemberitaan tari perut atau belly dance dalam rapat direksi TransJakarta semasa kemimpinan Sardjono Jhony Tjitrokusumo.

Dalam waktu 2x24 jam yang terhitung sejak Selasa (14/12/2021) lalu, itikad baik tersebut diberikan untuk Adi serta beberapa pihak lain yang terlibat untuk segera meminta maaf.

Menanggapi hal ini, politikus Gerindra mengatakan bila pelaporan tersebut 'sah' saja lantaran hak warga negara.

"Kalau masalah keluarga korban mau menggunakan jalur hukum melaporkan saya, itu kan sah-sah saja. Namanya hak warga negara, nanti ada pendalaman," jelasnya saat dihubungi, Kamis (16/12/2021).

Baca juga: Keluarga Eks Dirut TJ Tuntut Adi Kurnia Minta Maaf soal Video Tari Perut, Gerindra: Sudah Diingatkan

Kendati begitu, ia mengingatkan agar pelaporan tersebut memiliki duduk perkara yang jelas.

Pasalnya, kata Adi, ia membahas video tersebut tanpa menyudutkan siapapun, serta tak menyebutkan nama siapapun.

"Tapi jangan sampai pelaporan itu absurd, gak kongkrit. Nnah ini jadi petaka juga, karena apa yang saya utarakan kemarin, contohnya, keluarga korban bicara di video itu, walaupun membelakangi, aduh kalau saya ceritakan panjang, jangan lah. Kita gak mau melukai hati korban yang sudah meninggal. Apalagi saya sama lagi berduka," ungkapnya.

Baca juga: Merasa Difitnah Soal Rapat Tari Perut, Keluarga Sardjono Jhony Desak Politikus Gerindra Minta Maaf

"Intinya saya normatif saja, objektif saja melakukan tugas saya sebagai anggota dewan, Wakil Rakyat yaitu fungsi controlling dan pengawasan. apalagi Transjakarta ini mitra kerja di komisi saya," lanjutnya.

Dianggap Misskomunikasi

Lebih lanjut, Adi mengatakan bahwa ini hanyalah soal misskomunikasi atau proses komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.

"Jadi ini menurut saya kalau keluarga korban meminta permohonan maaf terhadap saya, saya sebagai seorang muslim menyatakan ini miss komunikasi. Karena saya sebagai orang yang beradab, beretika, bermoral, beragama, saya tidak pernah menyebutkan nama sesorang. Saya hanya menyebut direksi dan saya tidak ada itu sebarkan (video itu)," katanya.

Selanjutnya, kata Adi, ia menyampaikan video tersebut berangkat dari adanya laporan masyarakat yang menyoal hal tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved