2 Anggota Mabes Polri yang Diduga Keroyok Remaja Diperiksa Propam, Mobil Dirusak Sampai Hancur

2 anggota Polri yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua remaja warga Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur diperiksa.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Net
Ilustrasi pengeroyokan - Dua oknum anggota Polri yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua remaja warga Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur diperiksa. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Dua oknum anggota Polri yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua remaja warga Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur diperiksa.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan mengatakan pemeriksaan terhadap dua anggota yang bertugas di Mabes Polri itu ditangani Profesi dan Pengamanan (Propam).

"Sementara ini masih kami (Propam Polrestro Jakarta Timur) yang nangani ya karena kan pidananya di kami. Belum ada kebijakan untuk menarik ke Polda atau gimana ya," kata Erwin saat dikonfirmasi, Jumat (24/12/2021).

Pemeriksaan ditangani oleh Propam Polrestro Jakarta Timur yang berwenang menangani pelanggaran kode etik anggota ini berjalan bersamaan dengan kasus pengeroyokan.

Bedanya kasus pengeroyokan yang dilaporkan kedua korban remaja berusia 15 dan 18 tahun warga Kelurahan Bidara Cina ditangani penyelidik Satreskrim Polres Jakarta Timur.

Baca juga: Perkara Kaca Mobil Pecah, 2 Remaja di Jatinegara Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Anggota Mabes Polri

"Iya paralel. Kan kalau anggota pasti paralel ya dia ada pidana dan ada juga pelanggaran kode etik atau pelanggaran disiplinnya. Nah ini paralel semuanya kita akan proses itu," ujarnya.

Erwin menuturkan dalam kasus dugaan pengeroyokan ini bukan hanya kedua remaja Bidara Cina yang melaporkan kasus, tapi anggota Mabes Polri juga melaporkan.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan saat memberi keterangan terkait penanganan kasus kecelakaan LRT, Rabu (27/10/2021).
Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan saat memberi keterangan terkait penanganan kasus kecelakaan LRT, Rabu (27/10/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Kedua pihak saling melaporkan kasus ke Polrestro Jakarta Timur dengan dugaan sangkaan Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan Terhadap Orang atau Barang secara bersama-sama.

Bila kedua remaja melapor karena pengeroyokan diduga dilakukan dua anggota Mabes Polri dan satu warga sipil menggunakan pentungan, kedua anggota melapor perusakan mobil.

"Saya lihat sih dua-duanya punya hak lah ya karena satu terluka dipukuli sama oknum anggota. Satu juga yang anggota ini merasa 'mobil saya rusak pecah kacanya'," tuturnya.

Baca juga: Sosok Kakak Adik Jadi Aktor Utama Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah, Sempat Dikira Polisi Gadungan

Kronologi 2 Remaja di Jatinegara Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Anggota Mabes Polri

Jajaran Polrestro Jakarta Timur masih menyelidiki kasus pengeroyokan dua remaja di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara yang diduga dilakukan oknum anggota Polri.

Dalam kasus yang dilaporkan ke SPKT Polrestro Jakarta Timur, remaja berusia 15 dan 18 tahun jadi korban pengeroyokan pada 11 November 2021 sekira pukul 01.30 WIB.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved