2 Pekan Jadi Tahanan KPK, Kondisi Rahmat Effendi Diungkap Penasihat:Wajar Ada Kendala di Tempat Baru

Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi hampir dua pekan menjadi tahanan di rumah tahanan (rutan) KPK. Begini kondisi terbarunya.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Tribunnews/Jeprima
Tersangka Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi atau Pepen mengenakan rompi tahanan KPK digiring petugas dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2022) - Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi hampir dua pekan menjadi tahanan di rumah tahanan (rutan) KPK. Begini kondisi terbarunya. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi hampir dua pekan menjadi tahanan di rumah tahanan (rutan) KPK sejak ditangkap pada, Rabu (5/1/2022) lalu. 

Naufal Al-Rasyid selaku penasihat pribadi Rahmat Effendi menceritakan, kondisi kliennya sejauh ini baik-baik saja meski terdapat beberapa kendala.

"Ya saya pikir biasa lah ditempat yang baru ya ada kendala wajar-wajar aja lah, tapi kalau kondisinya baik-baik aja lah," kata Naufal, Senin (17/1/2022). 

Menurut Naufal, kesehatan Rahmat Effendi juga baik-baik saja.

Tidak ada kendala signifikan selama menghuni rutan KPK.

Baca juga: Dua Pekan Ditahan KPK, Keluarga Belum Bisa Jenguk Rahmat Effendi

"Enggak ada (gangguan kesehatan), biasa aja standar aja, nanti kalau ada hal-hal seperti itu kan diberitahu, jadi sama kayak yang lain (tahanan)," kata Naufal. 

Komunikasi dengan keluarga sejauh ini juga tetap bisa dilakukan.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (5/1/2022) malam.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (5/1/2022) malam. (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Hanya saja melalui media daring belum dapat dijenguk secara langsung. 

"Kalau komunikasi kan daring, surat menyurat sudah, kalau ketemu langsung kan engga bisa sekarang (tatap muka)," ucap Naufal. 

Seperti diketahui, Rahmat Effendi terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim satuan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (5/1/2022).  

Pada saat penangkapan, KPK turut mengamankan sejumlah uang yang diduga digunakan untuk praktik suap-menyuap.  

Rahmat diamankan tim KPK bersama 13 orang lainnya, pihak penyidik langsung memeriksa seluruhnya hingga ditetapkan sembilan orang tersangka.

Baca juga: 5 Bulan Hidupnya Tak Tenang, Danu Saksi Kunci Kasus Subang Galau Ditinggal Yoris dan Ingin Merantau

Kasus ini terungkap dari informasi masyarakat yang diterima KPK bahwa akan ada penyerahan sejumlah uang dari Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi berinisial M Buyamin kepada Wali Kota Bekasi pada Rabu (5/1/2022). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved