Cerita Kriminal

Ibunya Banting Tulang Jadi TKW di Luar Negeri, Bocah Autis di Bekasi Jadi Korban Kebejatan Duda

Seorang bocah laki-laki berinisial A (7) menjadi korban kebejatan pria duda, FS (46).

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki dan jajarannya saat menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencabulan anak autisme di Mapolres Metro Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/1/2022).  

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Seorang bocah laki-laki berinisial A (7) menjadi korban kebejatan pria duda, FS (46).

Bocah pengidap autisme itu selama ini hanya tinggal bersama neneknya, yang merupakan pedagang kue keliling.

TONTON JUGA

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Hengki mengatakan ibu kandung korban selama ini bekerja di luar negeri. 

"Sedangkan korban sendiri ibu nya bekerja di luar negeri dan korban tinggal bersama neneknya," kata Hengki. 

Kejadian rudapaksa bermula saat korban diajak oleh tersangka main ke rumahnya, di lokasi tersebut aksi bejat dilakukan. 

Baca juga: Tukang Gorengan yang Habisi Nyawa Penagih Utang di Tangsel Kini Kritis dan Terancam 15 Tahun Penjara

"Kemudian setibanya korban di rumah tersangka, tersangka melakukan yaitu dengan dilakukan oral dan sodomi," terangnya. 

Usai melakukan perbuatannya, tersangka memberikan uang sebesar Rp 15 ribu agar korban mau menutup mulut atas peristiwa bejat yang terjadi.

Bukan hanya dengan uang tutup mulut, secara verbal tersangka juga mengancam korban tuntuk tidak bercerita.

"Korban diberikan uang sebesar Rp 15.000 oleh tersangka dan diberikan ancaman agar korban tidak bercerita kepada siapapun," ucap Hengki. 

Korban sesampainya di rumah, mulai mengeluh sakit pada bagian duburnya akibat dirudapaksa oleh tersangka. 

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki dan jajarannya saat menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencabulan anak autisme di Mapolres Metro Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/1/2022). 
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki dan jajarannya saat menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencabulan anak autisme di Mapolres Metro Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/1/2022).  (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Dari situ, nenek korban bertanya dan barulah kasus ini benar-benar terkuat setelah A bercerita dan dilaporkan ke polisi. 

Hengki menambahkan, nenek korban awalnya sempat tidak berani melapor ke polisi.

Namun, pihaknya mendapat informasi setelah akun media sosial Twitter membuat cuitan tentang kejadian tersebut. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved