Minyak Goreng Mulai Langka dan Mahal, Peritel Diawasi Pemkot Tangerang

Pemerintah Kota Tangerang menindaklanjuti langka dan mahalnya minyak goreng yang melanda wilayahnya dalam sepekan ini.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi minyak goreng murah Rp 14.000 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang menindaklanjuti langka dan mahalnya minyak goreng yang melanda wilayahnya dalam sepekan ini.

Dari pantauan TribunJakarta.com, di beberapa supermarket di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, beberapa etalase minyak goreng tampak kosong melompong.

Hanya tersedia beberapa minyak goreng yang hasil impor namun harganya melambung tinggi.

Maka dari itu, Pemkot Tangerang telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng Rp 14 ribu per liter yang diberikan kepada usaha ritel modern.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkopukm) melakukan pengawasan kepada pedagang yang menjual harga minyak goreng di atas HET tersebut.

"Jika ada yang menjual di atas HET kami tarik dan laporkan ke pusat," tegas Shandy Sulaeman selaku Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkopukm Kota Tangerang, Senin (24/1/2022)

Menurut dia, HET yang ditetapkan pemerintah untuk minyak goreng seharga Rp 14 ribu yang dijual di ritel modern sudah tepat.

Baca juga: PKS DKI Tanggapi Pernyataan Edy Mulyadi: Istilah Orang Betawi Jin Buang Anak Itu Maksudnya Jauh

"Apalagi jumlah ritel modern kan lebih banyak dari pada pasar," sambungnya.

Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan jangan khawatir terkait ketersediaan stok minyak goreng.

Karena memang bukan hanya masyarakat, tapi pedagang eceran pun mulai gelisah.

"Masyarakat jangan karena jika stok minyak habis, nanti disediakan lagi oleh Kementerian Perdagangan," ujar Shandy.

Baca juga: Satu Pengeroyok Lansia 89 Tahun di Cakung Ditangkap, Polisi Ungkap Peran Pelaku

Shandy menambahkan, pihaknya tidak lagi menggelar operasi pasar untuk penjualan minyak goreng.

"Kemarin sudah, jadi sekarang mita hentikan operasi pasarnya karena sudah ada kebijakan HET ini," tutup dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved