Minyak Goreng Langka di Jakarta, Pemprov DKI Minta Pedagang Jual Maksimal 2 Liter untuk 1 Orang

Kelangkaan minyak goreng masih terjadi di Jakarta, Pemprov DKI pun meminta pedagang menjual maksimal 2 liter untuk satu orang.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi minyak goreng murah Rp 14.000 - Kelangkaan minyak goreng masih terjadi di Jakarta, Pemprov DKI pun meminta pedagang menjual maksimal 2 liter untuk satu orang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kelangkaan minyak goreng masih terjadi di Jakarta, Pemprov DKI pun meminta pedagang menjual maksimal 2 liter untuk satu orang.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, imbauan ini diberikan untuk menghindari pembelian berlebihan.

Serta memastikan semua pembeli bisa mendapatkan minyak goreng.

"Kami menghimbau kepada para pelaku ritel modern yang memiliki stok minyak goreng agar menerapkan pembatasan penjualan minyak goreng, yaitu maksimal 2 liter per orang," ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/1/2022).

Guna memastikan imbauan ini dijalankan, Pemprov DKI terus melakukan sidak dan pengawasan di sejumlah pasar.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Tembus 10.000, DKI Jakarta Tetap Terapkan PPKM Level 2 Hingga 31 Januari 2022

Selain itu, operasi pasar minyak goreng bersama Kementerian Perdagangan juga dilakukan Dinas PPKUKM pada 14 hingga 19 Januari 2022.

"Kami terus melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan agar kebijakan dari pemerintah pusat bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Etalase minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter di salah satu Alfamart di Palmerah, Jakarta Barat pada Jumat (21/1/2022).
Etalase minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter di salah satu Alfamart di Palmerah, Jakarta Barat pada Jumat (21/1/2022). (Satrio Sarwo Trengginas / Tribun Jakarta)

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menegaskan, pihaknya bakal berupaya memastikan ketersediaan stok minyak goreng selama 6 bulan ke depan.

"Kami akan selalu berkoordinasi dan meminta agar pasokan minyak goreng terus dijaga kestabilannya oleh Kementerian Perdagangan RI, sehingga kepastian satu harga bisa berjalan baik," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved