Bebas, Pilu Eks Guru Pembakar SMP di Garut: Tidur di Masjid, Terpaksa Ambil Ikan Kerabat Buat Makan

Kisah pilu di balik peristiwa pembakaran ruangan SMPN 1 Cikelet, Garut. Pelaku yakni Munir kesehariannya hidup prihatin.

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Munir Alamsyah sujud syukur setelah dinyatakan bebas, Jumat (28/1/2022). Ada kisah pilu di balik peristiwa pembakaran ruangan SMPN 1 Cikelet, Garut. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kisah pilu di balik peristiwa pembakaran ruangan SMPN 1 Cikelet, Garut.

Pembakar SMPN 1 Cikelet, Munir Alamsyah (53) eks guru honorer sekolah tersebut akhirnya dibebaskan polisi dengan pendekatan keadilan restoratif.

Keseharian Munir Alamsyah ternyata memprihatinkan. Ia tak punya rumah sehingga terpaksa tinggal di masjid sebagai marbot di kampungnya.

Hal itu diceritakan kerabat Munir, Iip Syarif.

"Kang Munir tidak punya rumah, selama ini diam di masjid sebagai marbot masjid, punya kamar kecil," ujar Iip Syarif saat dihubungi Tribunjabar.id, Jumat (28/1/2022) malam.

Untuk makan sehari-hari pun menurutnya Munir kerap kesulitan dan hanya berharap pemberian dari kerabat dekat. Kadang Munir pun terpaksa harus mencuri ikan di kolam depan masjid milik saudaranya.

Baca juga: Sosok Cerdas, Terselip Kisah Pilu Eks Guru Honorer Pembakar Gedung SMP Gegara Upah Tak Dibayar

Baca juga: Kisah Pilu Bocah Egi Kerja Serabutan Demi Urus Ibu Gangguan Jiwa, Ayah Meninggal & Kakak Tak Serumah

"Masak sendiri, kadang mencuri ikan saudaranya di kolam depan masjid," katanya.

Iip bersama Komunitas Generasi Muda Cikelet sudah melakukan musyawarah untuk membantu kehidupan Munir kedepannya.

Dirawat di RS Jiwa

Pintu ruangan di SMPN 1 Cikelet yang dibakar, Jumat (14/1/2022) siang
Pintu ruangan di SMPN 1 Cikelet yang dibakar, Jumat (14/1/2022) siang (Dok SMPN 1 Cikelet)

Ia menghimpun donasi untuk membantu meringankan beban yang selama ini dialami eks guru honorer itu.

"Dari awal dia ditahan di Polsek Cikelet juga kita sudah musyawarah, mendampingi proses hukumnya juga, termasuk perawatan di RS Jiwa. Kang Munir harus punya aktivitas produktif pasca bebas, karena sejatinya dia cerdas dan unggul, semoga Allah mudahkan semuanya," ungkap Iip yang juga merupakan seorang dosen di ISBI Bandung itu.

Menurutnya saat ini Munir dibawa kembali ke RSJ Provinsi Jawa Barat Cisarua untuk direhabilitasi. Munir diketahui mengalami depresi sehingga butuh perawatan oleh psikolog.

Baca juga: Pilu Jeritan Ibu di Semarang: Jangan Ditabrak Anak Perempuanku, Aku Saja, Aku Saja yang Ditabrak

Iip mengungkapkan setelah Munir menerima kabar kebebasan dirinya, kondisi mentalnya semakin baik, apalagi ditambah dengan dukungan keluarga dan simpati publik yang saat ini mendukungnya.

"Alhamdulillah saat ini kondisinya membaik, Insha Allah setelah pengumuman restoratif justice, progres penyembuhan mental akan semakin cepat," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved