Antisipasi Virus Corona di DKI

Dalam Sebulan RSPI Sulianti Saroso Sudah Rawat 135 Pasien Omicron, Dua Orang Meninggal Dunia

Syahril memastikan RSPI Sulianti Soroso hanya merawat pasien varian Omicron dengan gejala berat dan sedang

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
RSPI Sulianti Saroso di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (29/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi fasilitas kesehatan rujukan untuk merawat pasien Covid-19 varian Omicron.

Sejak Desember 2021, sudah ada ratusan pasien Omicron yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr Mohammad Syahril mengatakan, dalam waktu lebih sebulan terakhir atau sejak 23 Desember 2021, rumah sakit yang dipimpinnya telah merawat 135 pasien Covid-19 varian Omicron. 

Dua pasien Omicron di antaranya meninggal dunia

"Sejak 23 Desember total pasien yang sudah dirawat di RSPI 194 orang dengan rincian 135 Omicron, berarti sekitar 95 persen, dan sisanya non-Omicron, dan yang meninggal dua orang," kata Syahril, Sabtu (29/1/2022).

Baca juga: Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di DKI Sisa 46 Persen, Wagub Ariza: Waspada Transmisi Lokal Omicron

Baca juga: Covid-19 Kembali Melonjak, Pimpinan Komisi IX DPR Minta Pemerintah Perbanyak Tempat Isolasi Terpusat

Terkait data terbaru per hari ini, ada sebanyak 59 pasien Covid-19 yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso dan 41 orang di antaranya pasien Omicron.

"Sisanya non-Omicron dan belum ada hasil," jelasnya.

Istri dari penghuni apartemen di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang terpapar Covid-19 varian Omicron, dinyatakan positif corona. Yang bersangkutan dievakuasi ke RSPI Sulianti Saroso.
Istri dari penghuni apartemen di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang terpapar Covid-19 varian Omicron, dinyatakan positif corona. Yang bersangkutan dievakuasi ke RSPI Sulianti Saroso. (Dok. Istimewa)

Syahril memastikan RSPI Sulianti Soroso hanya merawat pasien varian Omicron dengan gejala berat dan sedang, seperti saat lonjakan kasus Covid-19 pertengahan tahun lalu. 

Baca juga: Selamatkan Nyawa Seorang Wanita, Sopir Transjakarta Dihantui Rasa Takut

Tidak semua yang terpapar Covid-19 varian Omicron mengingat ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, di mana pasien bergejala sedang mesti memiliki penyakit komorbid tertentu.

Pembatasan ini mengingat tingkat keterisian kasur RSPI Sulianti Saroso untuk pasien Covid-19 sudah mendekati 50 persen.

"Untuk gejala sedang (bisa dirawat) apabila dengan komorbid di antaranya hipertensi dan diabetes. Untuk BOR atau ketersediaan tempat tidur sudah terpakai 42 persen," tutup Syahril.


Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved