Awal Tahun 2022, Ratusan Warga di Jakarta Utara Terjangkit Demam Berdarah

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) periode awal tahun 2022 ini capai ratusan.

Tribunnews
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) periode awal tahun 2022 ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) periode awal tahun 2022 ini.

Selama Januari hingga Februari 2022 ini, ratusan warga Jakarta Utara tercatat terjangkit DBD.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sudinkes Jakarta Utara dr. Arief Wahyudi mengatakan, hingga kini sudah ada sebanyak 121 kasus.

"Dari laporan kasus DBD Januari dan Februari 2022, ada 105 kasus pada bulan Januari dan 16 kasus pada Februari," kata Arief saat dikonfirmasi, Senin (21/2/2022).

Jumlah kasus tersebut, kata Arief, masih cenderung rendah.

Meski demikian, warga tetap diminta waspada akan bahaya DBD, terutama saat sekarang memasuki musim hujan.

Baca juga: Permukiman Warga Cilangkap Difogging Imbas 3 Anak Terkena DBD

Sebab, musim hujan adalah momen-momen di mana nyamuk penyebab demam berdarah berkembangbiak.

"Walaupun kasusnya rendah, namun tetap harus waspada karena saat ini musim hujan dan kelembaban udara potensial untuk perkembangbiakan nyamuk," ucap Arief.

Warga pun diimbau tetap waspada dan bisa menerapkan langkah-langkah pencegahan DBD.

Utamanya dengan gerakan satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik) yang dinilai bisa efektif mencegah keberadaan tempat nyamuk berkembangbiak.

Baca juga: Bertambah 176, Total 600 Warga Jakarta Selatan terjangkit DBD Sepanjang 2021

"Demikian pula di tempat-tempat umum, di semua tatanan (pencegahan harus dilakukan)," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim juga meminta masyarakat untuk mewaspadai kasus DBD di wilayahnya.

Pasalnya, penyakit tersebut kerap muncul pada musim pancaroba seperti saat ini.

"Bukan hanya Covid-19 tapi juga ada DBD dan ini harus diwaspadai," kata Ali, Selasa (15/2/2022) lalu.

Aantisipasi DBD bisa dilakukan dengan mengedepankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan menguras, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas (3M).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved