Santri Terpanggang Api saat Tragedi Maut di Pesantren, Keluarga: Semoga Almarhum Diterima di Sisinya
Tragedi maut di Pondok Pesantren Miftahul Khoirot di Karawang, menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWANG - Tragedi maut di Pondok Pesantren Miftahul Khoirot di Karawang, menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Api yang berkecamuk di pesantren itu sampai merenggut nyawa 8 santri.
Keluarga salah satu korban, Satria Khalifah Aryana (12), berharap semoga Satria diterima di sisi-Nya.
Kebakaran itu terjadi pada Senin (22/2/2022).
Api muncul dari lantai dua dan cepat merambat lalu seketika menjalar ke bangunan lainnya.
Baca juga: Kebakaran Maut di Ponpes Miftahul Khoirot, 6 Santri Hafiz Quran Ditemukan Tewas Terbakar
Api dengan mudah menjalar lantaran bangunan pesantren terbuat dari kayu.
Petaka itu pertama kali diduga berasal dari sebuah kipas angin di kamar.
Percikan api yang muncul dari kipas angin seketika mengenai kasur.

Saat itu, para santri sedang beristirahat di kamar.
"Dugaan awal masih di dalami, kita sudah melakukan olah TKP, langkah-langkah kita saat awal kejadian Muspika Cilamaya berkoordinasi pihak damkar BPBD Stakeholder terkait membantu dan menolong kejadian di lapangan," kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Suhartono pada Senin (21/2/2022).
Santri yang terbangun kemudian berhamburan turun dari lantai dua di tengah kobaran api.
Baca juga: Ponpes Miftahul Khoirot Karawang Kebakaran, 6 Santri Penghafal Quran Tak Tertolong
Namun, ada 8 santri tak bisa melewati kobaran api yang kian membesar.
Mereka kemudian mencoba untuk keluar dari jendela kamar.
Namun, upayanya sia-sia lantaran jendela itu berteralis.
Mereka terjebak di dalam kamar.