Bikin Rugi Korban Rp 1,2 Triliun, Terkuak Modus Viral Blast Global Sampai Persija Putuskan Berpisah

Persija Jakarta menghentikan kerja sama denga nViral Blast Global. Perusahaan itu kini sedang disidik Polri atas dugaan investasi bodong.

HO/dok.XM via Tribunnews
Ilustrasi Trading forex. Viral Blast Global sempat menjadi sponsor Persija Jakarta mengarungi Liga 1 2021. Perusahaan itu kini sedang disidik Polri atas dugaan investasi bodong. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Viral Blast Global sempat menjadi sponsor Persija Jakarta mengarungi Liga 1 2021.

Namun, Macan Kemayoran akhirnya menghentikan kerjasama sementara imbas kasus Viral Blast Global.

Dimana, Viral Blast Global dilaporkan atas dugaan penipuan investasi bodong ke Polda Metro Jaya.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pun telah membongkar dugaan jaringan investasi bodong melalui aplikasi robot trading bernama Viral Blast Global.

Adapun total nilai investasi dalam aplikasi tersebut mencapai Rp 1,2 triliun.

Baca juga: Putuskan Berpisah dengan Viral Blast, Persija Harap Performa Simic Cs di Liga 1 2021 Tak Terganggu

Korban investasi abal-abal robot trading Viral Blast Global pun terus bertambah.

Pada hari ini, para korban yang berjumlah 30 orang ini merupakan leader trading dengan skema ponzi ini melaporkan 4 owner Viral Blast ke Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum korban penipuan robot trading, Heri (tengah) melaporkan pemilik Viral Blast Global ke Polda Metro Jaya, Minggu (20/2/2022).
Kuasa hukum korban penipuan robot trading, Heri (tengah) melaporkan pemilik Viral Blast Global ke Polda Metro Jaya, Minggu (20/2/2022). (Tribunnews.com/ Fandi Permana)

Total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp210 miliar.

Mereka melaporkan owner robot trading itu atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penipuan.

Baca juga: Persija Siap Tancap Gas dengan Kekuatan Penuh, Barito Putera Depak Satu Pemain Indisipliner

"Kami sudah buat laporan untuk para pelaku, para pimpinan PT Trust Global Karya. Total ada 5 orang yang kami laporkan," ujar kuasa hukum korban, Firman H. Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (23/2/2022).

Keempat terlapor itu terdiri dari Direktur Utama, Komisaris Utama, dan Komisaris PT Trust Global Karya. Adapun nama-nama terlapor itu adalah Rizky Puguh, Ricky Meidya, Putra Wibowo dan Zainal Hudha

Melalui pelaporan tersebut para korban telah membuat dua laporan polisi (LP) dengan kerugian yang berbeda-beda. Total kerugian dari dua laporan itu mencapai Rp210 miliar.

"Korbannya untuk LP pertama oleh pelapor pak Hostar Rp150 miliar. Kemudian yang kedua pelapor atas nama ibu Erna Rp60 miliar," kata Firman.

Baca juga: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Diana Mendadak Yatim Piatu Seusai Jadi Korban Investasi Bodong EDCCash

Salah satu pengacara korban lainnya, Saiful Mekhminin menambahkan, dalam kasus penipuan para terlapor menggunakan skema ponzi. Para leader memiliki sub anggota yang menyetorkan sejumlah dana karena dijanjikan profit melalui investasi robot trading Viral Blast Global.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved