Ibu Kandung Pidanakan Sang Anak yang Jual Kulkas Gegara Kelaparan, Hakim Vonis Penjara 3 Bulan

S (25) harus mendekam di balik jeruji besi karena dilaporkan ibu kandungnya. Penyebabnya, S menjual kulkas untuk membeli makan saat lockdown.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Suasana sidang vonis anak kandung dipenjarakan ibunya karena jual kulkas di Tangerang Selatan yang dilaksanakan di Ruang 8 Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (24/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Nahas nasib S (25) yang harus mendekam di balik jeruji besi karena dilaporkan ibu kandungnya sendiri karena masalah sepele.

Usut punya usut, S dijebloskan oleh ibunya sendiri berinisial LF karena telah menjual kulkas yang sudah tidak terpakai.

Kulkas tersebut laku senilai Rp 500 ribu yang digunakan S untuk membeli makanan bersama kakaknya V.

Kejadian tersebut terjadi pada awal tahun 2020 di Tangerang Selatan saat awal lockdown diberlakukan.

Karena kesal, LF langsung membuat laporan polisi di Polres Tangerang Selatan.

Baca juga: Nasib Malang Warga Kali Anyar di Senin Pagi: Rumahnya Terbakar, Kulkas, TV dan Kipas Hangus

S jadi tersangka, sejak tanggal 7 Agustus 2021 dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Tangerang Selatan.

Tanggal 13 Agustus 2021, tim Kuasa Hukum berhasil meminta penangguhan penahanan dan membebaskan S.

Suasana sidang vonis anak kandung dipenjarakan ibunya karena jual kulkas di Tangerang Selatan yang dilaksanakan di Ruang 8 Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (24/2/2022).
Suasana sidang vonis anak kandung dipenjarakan ibunya karena jual kulkas di Tangerang Selatan yang dilaksanakan di Ruang 8 Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (24/2/2022). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Pada hari ini, Kamis (24/2/2022) S akhirnya menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Tangerang.

Ketua Majelis Hakim Edy Toto Purba mengatakan, kalau S divonis hukuman penjara selama tiga bulan.

"Menimbang-nimbang fakta-fakta di atas maka S dijatuhkan hukuman penjara selama tiga bulan," kata Edy di ruang 8 Pengadilan Negeri Tangerang.

S juga diwajibkan membayar uang sebesar Rp 2.500.

Baca juga: Rutan Pondok Bambu Terbakar! 20 Pemadam Diterjunkan: Gara-Gara Kabel Kulkas

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman selama enam bulan kepada S.

Namun, ada hal-hal yang meringankan S sehingga ketua hakim menjatuhkan hukuman lebih ringan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved