Cerita Kriminal
Amer dan Pos Satpam Jadi Saksi Keganasan Kuli di Tangerang, Bocah Usia 7 Tahun Alat Vitalnya Terluka
Anggur merah dan pos satpam di Perumahan Adipati Sudimara, Kota Tangerang Selatan, menjadi saksi keganasan seorang kuli bangunan bernama, Rahman (43).
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Anggur merah (amer) dan pos satpam di Perumahan Adipati Sudimara, Kota Tangerang Selatan, menjadi saksi keganasan seorang kuli bangunan bernama, Rahman (43).
Rahman tega merudapaksa A, seorang bocah perempuan berusia 7 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 1.
Baca juga: Ketukan Istri Buat Buruh di Karawang Panik Suruh Gadis Tetangga Ngumpet di Lemari
Paman korban, AY (55) mengungkapkan, awal mula terkuak kasus asusila itu berawal dari saat ibu korban mendapati anaknya lemas terkapar tak berdaya.
Tak hanya itu, dari mulut A keluar busa yang menambah khawatir sang ibu.
"Jadi ada pembangunan perumahan, nah di sana anak-anak memang biasa bermain. Waktu kejadiannya Jumat (25/2/2022). Jadi kata orang tua, pertama keluar busa dari mulutnya pas hari Jumat itu," kata AY, Selasa (1/3/2022).
Baju A juga dipenuhi bercak merah tanah bekas bermain.

Sang ibu langsung memberinya pertolongan pertama sebelum melarikannya ke rumah sakit terdekat.
Saat itu hasil diagnosa rumah sakit menyatakan bahwa sang anak baru saja diberi sebuah obat hingga berdampak tak sadarkan diri.
"Terus dibawa ke rumah sakit. Katanya lemas karena dikasih obat," ungkapnya.
Baca juga: Bikin Telinga Panas, Bapak di Depok Bicara Sendiri Alasan Rudapaksa Anak Kandung Berkali-kali
Selang beberapa hari kondisi korban pun mulai berangsur membaik.
Saat itu sang ibu mulai mencari tahu penyebab sang anak sempat mengalami lemas tak berdaya.
Bocah itu akhirnya bercerita kepada ibunya soal kejadian di proyek pembangunan perumahan itu.
Korban diajak oleh salah seorang kuli bangunan bernama Rahman.
Sontak sang ibu terkejut sekaligus marah anaknya digagahi kuli bangunan.

"Setelah agak sadar ditanya kenapa-kenapa akhirnya laporan ke saya mengaku dia digituin (cabuli-red) sama pekerja bangunan," kata AY.