Kisah Warga Jakarta Korban KKB: Minta Diambilkan Pakaian Dikira Ayahnya Mau Liburan Tahunya ke Papua

Warga Jakarta ada yang turut menjadi korban meninggal dalam penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Puncak, Papua.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kolase Tribun Jakarta via Tribunnews
Syahril Nurdiansyah (22), warga Gang Gatep, Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat merupakan satu dari delapan pekerja PT Palapa Timur Telematika (PTT) yang menjadi korban dalam penyerangan KKB di Distrik Beoga, Puncak. 

Baru kerja 4 bulan

Disampaikan Sandri, adiknya itu bekerja selama 3-4 bulan di Papua untuk perusahaan PT Palaparing Timur Telematika.

Sandri mengatakan, almarhum sedari awal tak pernah memberikan kabar bahwa ia akan bekerja ke Papua.

Baca juga: Duka Ayah Serda Rizal Kenang Sosok Saleh Anaknya yang Gugur Ditembak KKB: Puasa Senin-Kamis

Syahril baru memberikan kabar via videocall saat sudah menginjakkan kaki di Bumi Cenderawasih tersebut.

"Kerja di sana 3-4 bulan. Belum lama. Untuk kerja di sana kami dari keluarga nggak ada yang mengetahui. Tahunya ketika adik saya sudah sampai di sana," jelas Sandri.

"Jadi pas berangkat juga dari keluarga nggak ada yang tahu.

Tiba - tiba udah sampai sana ngabarin dia udah kerja di Papua," sambungnya.

Sandri sebagai kakak mengaku syok mengetahui sang adik nekat pergi ke Papua demi bisa bekerja.

Padahal menurutnya, lapangan pekerjaan di ibu kota masih banyak.

Delapan jenazah karyawan Palapa Timur Telematika korban KKB di Beoga Kabupaten Puncak, berhasil dievakuasi ke Timika, Senin (7/3/2022). Kini tim medis RSUD Mimika melakukan pemulasaran jenazah.
Delapan jenazah karyawan Palapa Timur Telematika korban KKB di Beoga Kabupaten Puncak, berhasil dievakuasi ke Timika, Senin (7/3/2022). Kini tim medis RSUD Mimika melakukan pemulasaran jenazah. (Dok. Humas Polda Papua)

Bahkan ia menuturkan jika sedari awal pihak keluarga mengetahui rencana Syahril, maka bisa dipastikan kakaknya akan menolak dan melarang sang adik pergi.

Terlebih sebelumnya kata dia, juga banyak kabar beredar bahwa bumi Papua kerap terjadi konflik antara TNI dan warga Papua.

"Saya juga sebagai kakak, pertamanya awalnya syok kenapa kerja di Papua padahal di sini masih banyak pekerjaan," katanya.

"Ceritanya begitu udah sampai di sana. Keluarga tahu pas udah sampai di sana. Dan kalaupun dia cerita mau berangkat ke sana, kami abang - abangnya pasti ngelarang.

Karena sebelumnya abang saya tahu juga di Papua sering terjadi konflik antara TNI dan warga di sana," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan Topik Kelompok Bersenjata di Papua

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved