PTM 100 Persen di Jakarta Masih Tunggu Kebijakan Kemendikbud, Ini Penjelasan Wagub Ariza

Pemprov DKI Jakarta masih menunggu kebijakan Kemendikbudristek mengenai penyelenggaraan PTM dengan kapasitas peserta didik 100 persen.

Istimewa
Pelaksanaan PTM 100 persen di SMAN 71, Kelurahan/Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (17/1/2022). Pemprov DKI Jakarta masih menunggu kebijakan Kemendikbudristek mengenai penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas peserta didik 100 persen. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta masih menunggu kebijakan Kemendikbudristek mengenai penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas peserta didik 100 persen.

Setelah DKI Jakarta menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, kegiatan PTM terbatas pun dapat dilakukan secara keseluruhan.

Namun, hal ini tak serta merta dapat dilakukan begitu saja dan tetap memerlukan adanya kebijakan baru.

"Terkait PTM kami masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat melalui Kemendikbudristek seperti yang sudah kami sampaikan dan koordinasi terus antara kami dari Disdik dengan pihak kementerian. Prinsipnya nanti disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada," kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Senin (14/3/2022) malam.

Bila kebijakan baru sudah dikeluarkan, maka PTM terbatas dengan kapasitas peserta didik 100 persen dapat dilaksanakan.

Baca juga: Seluruh Siswa Tingkat SD dan SMP di Kota Tangerang Mulai PTM Kapasitas 50 Persen

"Memang kita sudah memulai adanya pelonggaran. Insyaallah ini kalau pelonggaran sudah dimulai, transportasi bahkan sudah sampai 100% InsyaAllah PTM juga akan dimulai sampai 100%. Tapi, waktu persisnya silakan nanti sedang dalam evaluasi segera akan disampaikan. Sejauh ini kan di level 2 kan baik saja. PTMnya kan masih 50% kan. 50% dan berlangsung baik," ungkap Politisi Gerindra ini

Penjelasan Kemendikbudristek

Pelaksanaan PTM dengan kapasitas 100% di SMP Negeri 73 Jakarta.
Pelaksanaan PTM dengan kapasitas 100% di SMP Negeri 73 Jakarta. (Pebby Adhe Liana / Tribun Jakarta)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tegaskan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mengikuti SKB 4 Menteri.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Perubahan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disejumlah wilayah di Indonesia, dinilainya sebagai bukti tren positif guna mendorong kembali dilaksanakannya PTM di sekolah.

Baca juga: PTM Terbatas Masih Ikuti Panduan SKB 4 Menteri, Simak Penjelasan Kemendikbud Ristek Berikut

"Dinas Pendidikan dan sekolah dapat mengikuti panduan di dalam SKB Empat Menteri yang terakhir. SKB Empat Menteri yang berlaku saat ini sifatnya dinamis, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Silakan dicermati kembali poin-poin yang diatur di SKB Empat Menteri," terang Suharti dalam keterangan tertulis, Jumat (11/3/2022).

Dia menjelaskan pemahaman dan kedisiplinan protokol kesehatan bakal menjadi kunci dari penyelenggaraan PTM terbatas yang aman dan nyaman.

Adapun melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 2 Tahun 2022, PTM terbatas pada wilayah PPKM level 2 dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved