Cerita Kriminal

'Tolong, Jangan Bunuh Saya,' Pinta Sopir Taksi Online ke Perampok yang Terlilit Utang Pinjol

Seorang sopir taksi online bernama Irwan Rusmawan (56) menjadi korban perampokan tersangka AH (22) yang terjerat utang pinjaman online (pinjol).

TribunJateng/Bram
Ilustrasi Perampokan. Seorang sopir taksi online bernama Irwan Rusmawan (56) menjadi korban perampokan tersangka AH (22) yang terjerat utang pinjaman online (pinjol). 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG - Seorang sopir taksi online bernama Irwan Rusmawan (56) menjadi korban perampokan tersangka AH (22) yang terjerat utang pinjaman online (pinjol).

Irwan sampai memohon kepada pelaku agar tidak membunuhnya.

Pasalnya, pelaku sempat menganiaya hingga melakukan penusukan ke leher korban di Ciparay Kabupaten Bandung.

Peristiwa perampokan driver taksi online itu terjadi pada tanggal 25 Maret 2022 pukul 02.15 WIB.

"Ini berawal dari pengemudi yang pada saat itu mendapatkan orderan, untuk menjemput seseorang berinisial AH (22) di daerah Cilengkrang kemudian ingin diantarkan ke Kecamatan Ciparay," ujar kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, di Mapolresta Bandung, Senin (28/3/2022).

Baca juga: Diancam Pisau dari Kursi belakang, Sopir Taksi Ini Minta Tak Dibunuh Perampok: Saya Punya Keluarga

Ketika sudah sampai di titik lokasi pengantaran, lanjut Kusworo, tersangka AH, mengatakan kepada korban, yang merupakan warga Baleendah, Irwan Rusmawan (56) untuk mengikutinya.

"Sampai dengan gang kecil di mana tidak ada orang, hanya ada dua rumah yang ada di situ, kemudian secara tiba-tiba tersangka melakukan pemukulan, dan penusukan ke leher korban," kata Kusworo.

Pria berinisial Ah (22) jadi rajatega setelah terlilit pinjaman online. Dia nekat membegal sopir taksi online di Ciparay Kabupaten Bandung. Kini, Ah diringkus polisi.
Pria berinisial Ah (22) jadi rajatega setelah terlilit pinjaman online. Dia nekat membegal sopir taksi online di Ciparay Kabupaten Bandung. Kini, Ah diringkus polisi. (Tribun Jabar / Lutfi Ahmad)

Sehingga, kata Kusworo, korban mengalami lebam di pelipis sebelah kiri, dan mengalami luka tusuk sebilah pisau di leher sebelah kiri.

"Mengetahui diserang, korban mengatakan, kau mau apa silahkan? tapi tolong jangan bunuh saya, saya punya keluarga," ujarnya.

Kusworo mengatakan, tersangka meminta agar korban meninggalkan handphone, dompet, dan mobil.

"Dalam kondisi seperti itu, korban masih menginginkan untuk membawa pulang KTP dan SIM-nya dan itu dipenuhi tersangka. Kemudian korban ditinggalkan di tengah jalan, dan kendaraan dibawa lari oleh tersangka," tuturnya.

Baca juga: Dituding Lecehkan Istri Orang Saat Pesta Dansa, Seorang ASN Harus Rasakan Perih di Badan

Kurang lebih dua hari, kata Kusworo, berdasarkan hasil penyelidikan, anggota Reskrim Polresta Bandung bisa mengidentifikasi pelaku.

"Sehingga kami bisa mendapatkan keterangan posisi dan identitas tersangka, akhirnya pelaku bisa kami amankan pada tanggal 27 Maret 2022," katanya.

Selain itu, kata Kusworo, pihaknya juga mengamankan barang bukti, berupa mobil, handphone, dompet, senjata tajam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved